Bikin Kaget! Penduduk Kelas Atas RI Ternyata Cuma 0,4 Persen, Ini Pembagian Kelas Ekonomi di Indonesia

Ilustrasi kelompok kelas ekonomi Indonesia. (Foto: Gebrak.id/AI) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Jumlah masyarakat kelas atas di Indonesia ternyata sangat kecil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Mandiri Institute, kelompok masyarakat kaya atau kelas atas hanya sekitar 0,4% dari total penduduk Indonesia pada 2025. Jumlahnya diperkirakan sekitar 1,2 juta orang dari total populasi nasional. 

Temuan ini menjadi sorotan karena sebagian besar masyarakat Indonesia justru berada di kelompok “calon kelas menengah” atau aspiring middle class. Kelompok ini mencapai lebih dari 142 juta orang atau sekitar separuh populasi Indonesia. 

Mandiri Institute menjelaskan bahwa struktur ekonomi masyarakat Indonesia saat ini masih didominasi kelompok yang rentan terhadap tekanan ekonomi, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ketidakpastian pekerjaan. 

Kelas Ekonomi di Indonesia Dibagi Jadi 5 Kelompok

Pembagian kelas ekonomi ini mengacu pada standar pengeluaran atau konsumsi per kapita yang digunakan Bank Dunia dan diolah dari data BPS. Secara umum, masyarakat Indonesia dibagi menjadi lima kategori.

1. Kelompok Miskin

Kelompok ini merupakan masyarakat dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan. Pada 2025 jumlahnya sekitar 23,9 juta orang atau 8,5% populasi. 

2. Kelompok Rentan Miskin

Kelompok rentan merupakan masyarakat yang sedikit berada di atas garis kemiskinan, tetapi sangat mudah turun menjadi miskin jika terkena tekanan ekonomi seperti PHK atau kenaikan harga kebutuhan. Jumlahnya mencapai sekitar 67,9 juta orang. 

3. Calon Kelas Menengah

Kelompok ini disebut aspiring middle class. Mereka memiliki pengeluaran lebih baik dibanding kelompok rentan, namun belum sepenuhnya mapan secara ekonomi. Jumlahnya paling besar, yakni sekitar 142 juta orang atau 50,4% populasi Indonesia. 

Menurut Mandiri Institute, kelompok ini menjadi penanda bahwa banyak masyarakat Indonesia sebenarnya sedang berada di fase transisi menuju kelas menengah, tetapi masih rawan tergelincir jika kondisi ekonomi memburuk. 

4. Kelas Menengah

Kelompok ini selama ini dianggap sebagai motor utama konsumsi nasional. Namun jumlahnya terus menyusut. Pada 2025, jumlah kelas menengah turun menjadi sekitar 46,7 juta orang dari sebelumnya 47,9 juta orang pada 2024. 

Proporsi kelas menengah kini hanya sekitar 16,6% dari total penduduk Indonesia. Penurunan ini menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat, terutama akibat melemahnya daya beli dan terbatasnya lapangan pekerjaan berkualitas. 

5. Kelas Atas

Kelompok ini merupakan masyarakat dengan tingkat pengeluaran paling tinggi. Jumlahnya hanya sekitar 1,2 juta orang atau 0,4% dari total populasi Indonesia pada 2025. 

Meski jumlahnya kecil, konsumsi kelompok atas justru tumbuh cukup tinggi. Data Mandiri Institute menunjukkan pertumbuhan konsumsi kelompok atas mencapai 6,8% pada 2025, lebih tinggi dibanding kelas menengah. 

Kenapa Kelas Menengah Menyusut?

Sejumlah ekonom menilai penyusutan kelas menengah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari mahalnya biaya hidup, ketidakstabilan pekerjaan, hingga perlambatan ekonomi global. Banyak masyarakat yang sebelumnya masuk kelas menengah akhirnya turun ke kelompok calon kelas menengah. 

Selain itu, pertumbuhan konsumsi kelas menengah juga menjadi yang paling rendah dibanding kelompok ekonomi lainnya. Mandiri Institute mencatat konsumsi kelas menengah hanya tumbuh sekitar 4,1% pada 2025. 

Fenomena ini dianggap penting karena kelas menengah selama ini menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Bikin Kaget! Penduduk Kelas Atas RI Ternyata Cuma 0,4 Persen, Ini Pembagian Kelas Ekonomi di Indonesia"