Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus: 20 Pendaki Hilang, 3 Tewas, Sejumlah WNA Singapura Jadi Korban

Gunung Dukono meletus Jumat (8/5/2026) pagi, 20 pendaki hilang, 3 meninggal dunia. (Foto: Dok.PVMBG) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; HALMAHERA-- Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi hebat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan gunung api aktif tersebut memicu kepanikan di kawasan pendakian setelah puluhan pendaki dilaporkan terjebak di area berbahaya Gunung Dukono.

Berdasarkan laporan aparat dan tim SAR, total ada 20 pendaki yang terdampak erupsi. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan warga negara asing (WNA), sementara 11 lainnya warga Indonesia dan warga lokal. 

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menyebut korban terdiri dari wisatawan dan pendaki yang berada di sekitar jalur pendakian saat erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. Gunung tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 10 kilometer ke udara disertai suara dentuman keras. 

Tiga Pendaki Dilaporkan Tewas

Data terbaru menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia akibat erupsi tersebut. Dua korban di antaranya merupakan warga negara asing, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Ternate. Selain itu, sejumlah pendaki lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan SAR, polisi, dan relawan. 

Media internasional CNA melaporkan sebagian besar WNA yang berada di rombongan pendaki berasal dari Singapura. Bahkan, dua korban tewas disebut diduga merupakan warga Singapura, meski identitas resmi seluruh korban masih didata pemerintah daerah dan aparat kepolisian. 

Sementara itu, laporan lain menyebut sedikitnya 10 orang masih belum ditemukan setelah letusan terjadi. Operasi pencarian terus dilakukan di tengah kondisi medan yang berbahaya akibat hujan abu dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi. 

Kenapa Masih Ada Pendaki Saat Gunung Meletus?

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan publik karena Gunung Dukono sebenarnya sudah berada dalam status waspada dan zona pendakian berbahaya sejak beberapa waktu lalu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya telah mengeluarkan larangan aktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Bahkan sejak pertengahan April 2026, kawasan tersebut disebut telah ditutup untuk wisatawan dan pendaki menyusul peningkatan aktivitas vulkanik. 

PVMBG juga mencatat aktivitas Gunung Dukono mengalami peningkatan signifikan sejak akhir Maret 2026. Dalam sehari bahkan tercatat puluhan hingga ratusan letusan kecil. Status gunung saat ini berada pada Level II atau Waspada. 

Meski sudah ada peringatan resmi, rombongan pendaki diduga tetap memasuki kawasan rawan erupsi. Aparat kini masih menyelidiki bagaimana para pendaki bisa berada di zona berbahaya ketika erupsi besar terjadi.

Abu Vulkanik Mengarah ke Permukiman

Selain menimbulkan korban jiwa dan hilangnya pendaki, letusan Gunung Dukono juga menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah sekitar Halmahera Utara. Sebaran abu vulkanik dilaporkan bergerak ke arah utara dan berpotensi mengganggu aktivitas warga serta transportasi udara. 

Warga di sekitar lereng gunung juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama di kawasan aliran sungai yang berhulu dari Gunung Dukono.

Hingga Jumat siang, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan puluhan personel SAR gabungan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati zona rawan erupsi sampai situasi benar-benar dinyatakan aman oleh otoritas vulkanologi.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus: 20 Pendaki Hilang, 3 Tewas, Sejumlah WNA Singapura Jadi Korban"