Harga Solar Vivo Melonjak Tajam Jadi Rp30.890 per Liter, Pertamax dkk Masih Stabil

Sebuah kendaraan saat sedang mengisi bahan bakar. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Zaky AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar kurang menggembirakan datang dari pengendara kendaraan diesel. PT Vivo Energy Indonesia secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Diesel Primus menjadi Rp30.890 per liter, terhitung mulai 1 Mei 2026.

Kenaikan ini tergolong drastis. Sebelumnya, pada 1 Maret 2026, Diesel Primus masih dibanderol hanya Rp14.610 per liter. Artinya, dalam kurun waktu dua bulan, harga solar Vivo melonjak lebih dari 100 persen.

Informasi tersebut disampaikan manajemen SPBU Vivo melalui unggahan di akun Instagram resmi @spbuvivo pada Sabtu (2/5/2026).

Revvo 92 tak Berubah di Tengah Ketegangan Global

Berbeda dengan Diesel Primus, Vivo memutuskan untuk tidak mengubah harga Revvo 92 (setara Pertamax). BBM dengan oktan 92 itu masih dipatok sebesar Rp12.390 per liter mulai 1 Mei 2026.

Keputusan ini menarik perhatian karena terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Perang antara koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran telah berlangsung selama dua bulan, yang biasanya berdampak pada rantai pasok dan harga minyak dunia.

Pertamina Juga Lebih Dulu Naikkan Harga Solar

PT Pertamina (Persero) sebenarnya sudah mengambil langkah serupa lebih awal. Sejak 18 April 2026, harga sejumlah BBM nonsubsidi jenis solar ikut terkoreksi naik.

Berdasarkan data di wilayah Jabodetabek:

- Dexlite (CN 51) naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex (CN 53) naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter

Sementara itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) masih bertahan di harga Rp12.300 dan Rp12.900 per liter.

Kabar Baik: Harga BBM Subsidi Tetap

Meski terjadi gelombang kenaikan pada BBM nonsubsidi, pemerintah melalui Pertamina memastikan tidak ada perubahan pada BBM penugasan dan bersubsidi.

Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter hingga saat ini. Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah di tengah tekanan ekonomi global.

Dengan disparitas harga yang semakin lebar antara BBM subsidi dan nonsubsidi, para pengamat energi memprediksi akan terjadi peralihan konsumen ke BBM yang lebih murah, meskipun risikonya adalah antrean panjang di SPBU penyalur Pertalite dan Biosolar.

(Sumber: Vivo/Pertamina)


Posting Komentar untuk "Harga Solar Vivo Melonjak Tajam Jadi Rp30.890 per Liter, Pertamax dkk Masih Stabil"