![]() |
| NACE merilis hasil survei mereka tentang jurusan kuliah yang masih dibutuhkan perusahaan-perusahaan (Foto: Gebrak.id/ AI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA--- Peta persaingan dunia kerja untuk lulusan baru di tahun 2026 menunjukkan pergeseran yang menarik. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh National Association of Colleges and Employers (NACE), Asosiasi Nasional Perguruan Tinggi dan Perusahaan Amerika Serikat, gelar sarjana di bidang Keuangan (Finance) dan Teknik Mesin (Mechanical Engineering) menjadi yang paling diburu oleh perusahaan-perusahaan besar.
Survei bertajuk Winter 2026 Salary Survey ini mengumpulkan tanggapan dari 150 organisasi anggota NACE selama periode 8 Oktober hingga 30 November 2025. Data ini memberikan gambaran tentang prioritas rekrutmen di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis .
Persaingan Ketat di Puncak: Finance dan Teknik Mesin
Hasil survei menunjukkan bahwa Keuangan dan Teknik Mesin berbagi posisi puncak. Masing-masing jurusan ini diincar oleh 61,3% perusahaan responden yang berencana merekrut lulusan baru angkatan 2026.
Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun era digital tengah berkembang pesat, perusahaan tetap sangat membutuhkan keahlian teknis (engineering) dan manajemen keuangan (finance) untuk menjaga stabilitas serta pertumbuhan bisnis.
Berikut daftar lengkap 10 jurusan S1 paling diminati perusahaan untuk lulusan tahun 2026:
1. Keuangan (Finance): 61,3%
2. Teknik Mesin (Mechanical Engineering): 61,3%
3. Ilmu Komputer (Computer Science): 60%
4. Akuntansi (Accounting): 58,7%
5. Administrasi/Manajemen Bisnis: 58,7%
6. Teknik Elektro (Electrical Engineering): 51,3%
7. Ilmu dan Sistem Informasi (Information Sciences and Systems): 48%
8. Logistik/Rantai Pasokan (Supply Chain): 44,7%
9. Pemasaran (Marketing): 44%
10. Sumber Daya Manusia (Human Resources): 40%
Mengapa Jurusan Ini Paling Banyak Dicari?
Dominasi jurusan Keuangan dan Teknik Mesin tidak terlepas dari kebutuhan fundamental industri saat ini. Perusahaan membutuhkan lulusan keuangan untuk mengelola arus kas, investasi, dan strategi ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, lulusan Teknik Mesin sangat krusial bagi sektor manufaktur, energi, otomotif, hingga dirgantara. Di saat teknologi canggih seperti AI berkembang, keahlian mekanikal tetap menjadi tulang punggung produksi fisik.
Di sisi lain, Ilmu Komputer yang berada di posisi ketiga (60%) menegaskan bahwa transformasi digital masih menjadi prioritas utama perusahaan. Permintaan akan software engineer, data scientist, dan pakar cybersecurity terus menguat .
Menariknya, Ilmu Sosial (Social Sciences) menjadi satu-satunya kategori yang diprediksi mengalami penurunan gaji awal pada 2026—turun 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya—menandakan adanya pergeseran preferensi perusahaan terhadap keahlian yang lebih aplikatif dan teknis .
Tantangan di Balik Peluang
Meskipun daftar ini menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap lulusan baru, pasar kerja entry-level saat ini tengah menghadapi tekanan yang cukup berat.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat bahwa perekonomian AS hanya menambahkan sekitar 181.000 lapangan kerja pada tahun 2025, angka yang sangat jauh menurun dibandingkan 1,46 juta pada tahun 2024 .
Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan perusahaan yang mulai menahan perekrutan, terutama untuk posisi pemula. Laporan Graduate Employability Report 2025 dari Cengage Group bahkan menyebut bahwa saat ini adalah pasar kerja lulusan baru tersulit dalam lima tahun terakhir.
Dalam laporan tersebut ditemukan bahwa hanya sekitar 30% lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmunya, sementara lebih dari 75% perusahaan mengaku merekrut jumlah karyawan entry-level yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya .
Kabar Baik: Kenaikan Gaji Awal
Namun, ada kabar baik bagi para pencari kerja. Survei NACE menunjukkan bahwa proyeksi gaji awal untuk lulusan tahun 2026 meningkat di hampir semua kategori studi utama.
Presiden dan CEO NACE, Shawn VanDerziel, menyatakan bahwa banyak perusahaan berencana menaikkan gaji meskipun volume perekrutan cenderung stagnan.
"Kami melihat sebagian besar perusahaan memperkirakan akan menaikkan gaji, yang menjadi kabar baik di tengah perekrutan yang diperkirakan datar untuk lulusan 2026," ujarnya dalam pernyataan resmi .
Untuk lulusan Teknik, gaji awal rata-rata diproyeksikan mencapai $78,731 (naik 2,6%), sementara Ilmu Komputer berada di angka $76,251 (naik 2%). Lulusan Bisnis juga menikmati kenaikan 2,1% menjadi $65,276 .
Bagaimana dengan Gaji untuk Master?
Bagi mereka yang melanjutkan ke jenjang S2, prospeknya juga cerah, terutama di bidang teknik. Laporan NACE menyebutkan bahwa lulusan master teknik diperkirakan mendapatkan gaji awal rata-rata $94,086—melonjak signifikan sebesar 12,5%. Sementara itu, lulusan master bisnis diproyeksikan naik 3,1% menjadi $77,632, dan master ilmu komputer tetap kompetitif di angka $84,960 .
Kesimpulannya, memilih jurusan kuliah masih menjadi faktor krusial dalam menentukan karier. Di tengah lesunya pasar kerja, jurusan seperti Keuangan, Teknik Mesin, dan Ilmu Komputer masih menjadi "pahlawan" dengan tingkat permintaan dan kompensasi gaji yang tinggi.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Jurusan Kuliah Paling Diburu Perusahaan 2026: Finance dan Teknik Mesin Rajai Daftar Incaran"