Mimpi Indah Pernikahan Runtuh, 58 Calon Pengantin Ditipu WO di Jaktim, Kerugian Capai Rp 2,6 M

Kasus penipuan Wedding Organizer (WO) di Jakarta Timur diusut kepolisian. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: M. Zuhro AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Hari yang seharusnya paling membahagiakan, berubah menjadi mimpi buruk bagi puluhan pasangan calon pengantin di Jakarta Timur. Mereka menjadi korban tipu muslihat sebuah Wedding Organizer (WO) yang menjanjikan pesta pernikahan mewah, namun justru lenyap bersama uang ratusan juta rupiah.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur berhasil mengungkap kasus ini, dengan total korban mencapai 58 pasangan calon pengantin. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu Rp 2,6 miliar.

"Nahasnya, dari jumlah tersebut, dua pasangan sudah terlanjur melangsungkan pernikahan tetapi tidak mendapatkan fasilitas sesuai janji. Sementara 56 pasangan lainnya hingga kini belum bisa menggelar acara yang sudah direncanakan," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Pelaku utama dalam kasus ini adalah pasangan suami istri berinisial RM dan ER, yang merupakan pemilik WO Marwah. Keduanya kini telah diamankan polisi. Modus yang dijalankan tergolong rapi: mereka memikat korban lewat promosi di media sosial, menawarkan paket pernikahan menggiurkan, hingga menggelar food testing dan fitting baju pengantin untuk meyakinkan korban.

Kisah Pilu di Balik Kerugian Rp 85 Juta

Salah satu korban, pasangan asal Bekasi, Aldi (32 tahun) dan Feny (32), mengawali cerita dari unggahan Instagram. Tertarik dengan daftar harga dan paket yang ditawarkan, mereka pun membayar uang muka.

"Total kerugian kami Rp 85,5 juta. Kami bayar bertahap hingga lunas awal April 2026. Semua proses fitting dan food test terlihat meyakinkan, banyak staf dan vendor," ujar Feny, mengutip laporan dari kantor berita Antara, Senin (25/5/2026).

Namun, kecurigaan mulai muncul saat rapat persiapan secara daring berlangsung sangat singkat. Bencana benar-benar terasa saat H-10 pernikahan, pihak gedung Islamic Center Bekasi menghubungi mereka dan mengabarkan bahwa pembayaran venue belum dilunasi oleh WO.

"Kami hubungi WO berkali-kali, tak ada respons. H-1 pernikahan, kami datangi kantornya di kawasan JGC, dan ternyata sudah kosong," kenang Aldi dengan nada getir.

Polisi Masih Dalami, Potensi Korban Bertambah

Kasus ini bermula dari laporan pasangan Aldi dan Feny. Hingga kini, dari 24 korban yang sudah terdata, total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,6 miliar lebih. Angka ini masih berpotensi membengkak seiring pendataan terhadap korban lainnya.

"Satreskrim terus melakukan pendalaman untuk mengungkap modus operandi secara menyeluruh. Kami imbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor," tutup Kombes Alfian.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi calon pengantin untuk lebih teliti dalam memilih jasa WO. Jangan mudah tergiur promo di media sosial tanpa mengecek langsung rekam jejak dan legalitas vendor.

Pastikan selalu melakukan pembayaran secara bertahap sesuai progres pekerjaan, dan jangan ragu untuk meminta pertemuan langsung secara berkala.

(Berbagai Sumber)