Editor: Devona R
Ancora Foundation yang kembali membuka pendaftaran Beasiswa SCG (Siam Cement Group) Sharing The Dream 2026. (Foto: Dok.Beasiswa SCG)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Bagi sebagian keluarga, profesi sebagai tukang bangunan adalah tulang punggung yang menghidupi rumah tangga. Namun, jerih payah membanting tulang di bawah terik matahari seringkali belum cukup untuk membiayai pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi.
Kini, secercah harapan itu datang dari Ancora Foundation yang kembali membuka pendaftaran Beasiswa SCG (Siam Cement Group) Sharing The Dream 2026. Mengusung tema "Green Active Generation", program beasiswa yang telah memasuki tahun ke-14 ini membawa kabar istimewa.
Selain membuka kuota untuk masyarakat umum termasuk penyandang disabilitas, SCG secara khusus menyediakan skema beasiswa bagi anak-anak dari keluarga pekerja konstruksi atau tukang bangunan yang berdomisili di Bandung dan Sukabumi.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan berkualitas, termasuk mereka yang orang tuanya bekerja di sektor konstruksi yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis SCG," demikian pernyataan pihak penyelenggara sebagaimana dikutip dari Pedoman Beasiswa SCG 2026, Kamis (14/5/2026).
Kuota Besar, Peluang Lebih Luas
Tahun ini, Ancora Foundation menyiapkan total 412 kuota penerima beasiswa. Rinciannya, 400 kuota diperuntukkan bagi pelajar jenjang SMA/SMK/sederajat, sementara 12 kuota lainnya dialokasikan untuk mahasiswa program D4 dan S1 maksimal semester 6.
Menariknya, dari 12 kuota mahasiswa tersebut, dua di antaranya dikhususkan bagi anak pekerja bangunan. Sebuah afirmasi yang patut diapresiasi di tengah masih timpangnya akses pendidikan tinggi bagi keluarga pekerja informal.
Rincian Dana dan Manfaat
Para penerima beasiswa tingkat SMA/SMK/sederajat akan memperoleh dana pendidikan sebesar Rp2 juta per tahun. Sementara itu, mahasiswa D4/S1 akan menerima dana yang lebih besar, yakni Rp8 juta per tahun.
Tak berhenti di situ, SCG juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkompetisi memperebutkan dana community project. Dua esai terbaik akan mendapatkan masing-masing Rp15 juta untuk merealisasikan ide kontribusi mereka bagi lingkungan sekitar.
"Kami tidak hanya memberikan uang, tetapi juga program mentoring dan pengembangan diri agar para penerima benar-benar siap menghadapi masa depan," bunyi keterangan resmi penyelenggara.
Syarat Utama yang Perlu Diperhatikan
Bagi yang berminat, pendaftaran dibuka mulai 4 Mei hingga 1 Juni 2026 melalui laman resmi https://ancorafoundation.org/scgsharingthedream/.
Berikut poin penting persyaratan yang harus dipenuhi:
Untuk tingkat SMA/SMK/sederajat, pendaftar harus merupakan pelajar aktif kelas 10-12 tahun ajaran 2026/2027 dengan nilai rata-rata rapor minimal 75 dari dua semester terakhir. Domisili yang diterima meliputi Jakarta, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan Gresik.
Adapun untuk tingkat sarjana, selain persyaratan nilai, mahasiswa aktif wajib memiliki IPK minimal 3,00. Khusus jalur anak pekerja bangunan, pendaftar diwajibkan membuktikan domisili di Bandung atau Sukabumi melalui KTP serta menunjukkan bukti pekerjaan orang tua di sektor konstruksi.
Tahapan dan Timeline Penting
Proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahap. Untuk pelajar SMA/SMK, pengumuman tahap pertama dijadwalkan pada 12 Juni 2026, dan pengumuman final akan disampaikan pada 24 Juli 2026.
Sementara untuk mahasiswa, selain seleksi dokumen, para kandidat juga harus menjalani sesi wawancara pada pertengahan Juli 2026 sebelum akhirnya nama-nama penerima diumumkan bersamaan dengan kategori SMA pada 24 Juli 2026.
Mengingat antusiasme masyarakat terhadap program ini selalu tinggi setiap tahunnya, calon pendaftar disarankan untuk segera menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan.
Kesempatan untuk mewujudkan mimpi pendidikan yang lebih tinggi, terutama bagi anak-anak keluarga pekerja konstruksi, kini terbuka lebar. Jangan sampai terlewat.
(Sumber: SCG)
Posting Komentar untuk "Mimpi Kuliah tak Lagi Jauh: Beasiswa SCG 2026 Siap Biayai 400 Pelajar, Ada Kuota Khusus Anak Tukang Bangunan"