Editor: Damar Pratama
Academy of Motion Picture Arts and Sciences atau The Academy resmi
merilis pembaruan aturan untuk ajang Academy Awards (Piala Oscar) 2027. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah dunia perfilman global. Menyikapi hal tersebut, Academy of Motion Picture Arts and Sciences atau The Academy resmi merilis pembaruan aturan untuk ajang Academy Awards (Piala Oscar) 2027, termasuk regulasi terkait kelayakan film yang menggunakan AI.
Dalam aturan terbaru yang diumumkan awal Mei 2026, The Academy menegaskan bahwa penggunaan AI tidak serta-merta menghalangi sebuah film untuk masuk nominasi Oscar. Namun, penilaian akan tetap berfokus pada sejauh mana peran manusia dalam proses kreatif.
Presiden The Academy, Lynette Howell Taylor, menyatakan bahwa teknologi hanyalah alat, bukan pengganti kreativitas manusia.
“Manusia harus berada di pusat proses kreatif. Seiring berkembangnya AI, diskusi kita juga akan terus berkembang, tetapi kepengarangan manusia tetap menjadi dasar penilaian kami,” ujar Taylor dikutip laman Channel News Asia, Sabtu (2/5/2026).
AI Diizinkan, tapi Ada Batasan
The Academy juga membuka kemungkinan untuk meminta informasi tambahan dari para pembuat film terkait penggunaan AI dalam produksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi sekaligus menjaga standar artistik yang telah lama dijunjung dalam industri perfilman.
Khusus untuk kategori skenario, aturan tetap tegas: naskah harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat nominasi. Ketentuan ini menegaskan bahwa aspek penulisan cerita masih dianggap sebagai inti kreativitas yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
Kebijakan ini mencerminkan pendekatan The Academy yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sebagaimana sebelumnya lembaga ini juga menyesuaikan standar terhadap inovasi seperti suara, warna, hingga efek visual berbasis komputer (CGI).
Perubahan Besar di Kategori Film Internasional
Selain isu AI, pembaruan aturan juga menyasar kategori film internasional yang selama ini kerap menuai kritik. Kini, film yang memenangkan penghargaan tertinggi di festival film bergengsi seperti Festival Film Cannes, Festival Film Venesia, dan Festival Film Toronto, otomatis masuk dalam daftar pertimbangan Oscar.
Tak hanya itu, festival lain seperti Festival Film Berlin, Festival Film Busan, dan Festival Film Sundance juga kini diakui sebagai jalur kualifikasi resmi.
CEO The Academy, Bill Kramer, menyebut perubahan ini sebagai langkah progresif untuk merangkul keragaman sinema global. “Seiring semakin mendunianya Akademi, kami perlu memastikan film internasional mendapat ruang yang lebih luas dalam percakapan Oscar,” katanya.
Menariknya, dalam aturan baru ini, nominasi akan diberikan langsung kepada film, bukan lagi negara asal. Penghargaan pun akan diterima oleh pembuat film, dengan nama sutradara turut dicantumkan secara resmi.
Aturan Baru untuk Aktor dan Lagu
The Academy juga memperkenalkan sejumlah perubahan teknis lainnya. Salah satunya, seorang aktor kini diperbolehkan masuk nominasi lebih dari satu kali dalam kategori yang sama.
Sementara untuk kategori lagu orisinal, lagu yang muncul di kredit akhir film hanya bisa memenuhi syarat jika bagian awalnya sudah terdengar minimal 15 detik sebelum kredit bergulir.
Menjaga Keseimbangan Teknologi dan Kreativitas
Langkah The Academy ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai artistik. Di tengah pesatnya perkembangan AI, industri film dituntut untuk tetap menjaga esensi kreativitas manusia sebagai fondasi utama.
Dengan aturan baru ini, Oscar 2027 diprediksi akan menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman global—di mana teknologi dan kreativitas bertemu, namun tetap berpijak pada sentuhan manusia.
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk "Penganugerahan Piala Oscar 2027 Buka Pintu untuk Film Berbasis AI, tapi Tetap Utamakan Peran Manusia"