![]() |
| Ilustrasi jurusan paling banyak mengalami kenaikan peminat di SNBT. (Foto: Gebrak.id/AI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA-- Gelombang pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 tengah berlangsung. Bagi para calon mahasiswa, ini adalah momen krusial yang menentukan masa depan. Namun, tahukah Anda bahwa tidak ada yang namanya "peta statis" dalam dunia pendidikan tinggi?
Berdasarkan data scraping yang dilakukan terhadap portal resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dari tahun 2021 hingga 2025, terjadi pergeseran minat yang sangat signifikan .
Ada jurusan-jurusan "langka" yang tiba-tiba diserbu ribuan pendaftar, namun tak sedikit jurusan klasik yang mulai ditinggalkan. Jika Anda melihat tren ini sebagai angin segar atau peringatan dini, tergantung strategi Anda.
Tim kami merangkum 5 jurusan dengan kenaikan peminat tertinggi dan 5 jurusan dengan penurunan terdalam. Simak analisis lengkapnya berikut ini.
Tren Peminat SNBT 5 Tahun Terakhir (2021-2025)
5 Jurusan dengan Kenaikan Peminat Paling Tinggi
1. Akuntansi Sektor Publik
· Kenaikan: +2.492,07%
· Data: 328 peminat (2021) → 8.502 peminat (2025)
· Penyebab: Maraknya isu tata kelola pemerintahan dan anti-korupsi membuat prodi ini relevan. Lulusannya dibutuhkan untuk mengelola keuangan negara/daerah, BPK, dan BPKP.
· Ini adalah lonjakan paling gila dalam sejarah SNBT lima tahun terakhir .
2. Bisnis Digital
· Kenaikan: +232,43%
· Data: 4.779 peminat (2021) → 15.887 peminat (2025)
· Penyebab: Ekosistem startup di Indonesia yang masif dan pesatnya transformasi digital. Calon mahasiswa melihat prospek kerja sebagai product manager, digital marketer, atau tech entrepreneur lebih cerah dibanding manajemen konvensional .
3. Animasi
· Kenaikan: +1.305,74%
· Data: 122 peminat (2021) → >1.600 peminat (2025)
· Penyebab: Kebangkitan industri kreatif dan animasi Indonesia yang mendunia. Prospek menjadi animator, illustrator, atau 3D artist untuk studio film, game, dan periklanan kini sangat menjanjikan .
4. Kebidanan
· Kenaikan: +143%
· Data: 2.086 peminat (2021) → 5.070 peminat (2025)
· Penyebab: Kesadaran akan kesehatan ibu dan anak pasca-pandemi meningkat. Profesi bidan yang memiliki jalur karier jelas di puskesmas, rumah sakit, hingga praktik mandiri menjadi daya tarik tersendiri.
5. Ilmu Komunikasi
· Data: Tetap menjadi salah satu yang terketat. Di UNJ saja, rasio keketatan mencapai 1:100 (1.428 pendaftar untuk 16 kursi) di SNBP 2025 .
· Penyebab: Fleksibilitas lapangan kerja di era influencer, content creator, humas, dan jurnalistik. Menjadi jurusan "aman" yang tetap diburu hingga saat ini .
5 Jurusan dengan Penurunan Peminat Paling Dalam
1. Matematika
· Penurunan: -41,48%
· Data: 11.433 peminat (2021) → sekitar 6.600 peminat (2025)
· Penyebab: Matematika masih dianggap sebagai "momok" yang menakutkan dan kurang "glamor" di mata siswa. Padahal, Wakil Rektor UGM, Prof. Wening Udasmoro, menegaskan bahwa prospek lulusan Matematika sangat tinggi, terutama di era AI dan data science .
2. Pendidikan Administrasi Perkantoran
· Penurunan: -34,07%
· Data: 6.135 peminat (2021) → 4.045 peminat (2025)
· Penyebab: Otomatisasi perkantoran dan pergeseran kebutuhan guru SMK. Siswa lebih tertarik pada teknologi spesifik daripada keterampilan administrasi yang mulai tergantikan AI .
3. Seni Rupa
· Penurunan: -33,3%
· Data: 928 peminat (2021) → 619 peminat (2025)
· Penyebab: Prodi ini hanya tersedia di PTN terbatas (7 kampus) dan kalah pamor dengan Animasi atau Desain Komunikasi Visual yang lebih aplikatif secara digital .
4. Ilmu Hubungan Internasional (HI)
· Penurunan: -25,05%
· Data: 21.631 peminat (2021) → 16.213 peminat (2025)
· Penyebab: Stagnasi lapangan kerja di sektor diplomatik dan kemunculan skillset baru seperti analis keamanan siber. Sekretaris Prodi HI UGM mengakui bahwa populasi calon mahasiswa "terbagi dengan jurusan-jurusan baru" .
5. Pendidikan Tata Busana
· Penurunan: -33,09%
· Data: 3.699 peminat (2021) → 2.475 peminat (2025)
· Penyebab: Minat terhadap fesyen tetap tinggi, namun siswa lebih memilih jalur vokasi atau desain fesyen di politeknik/swasta yang lebih praktis daripada jalur kependidikan (menjadi guru).
Analisis: Mengapa Ini Bisa Terjadi?
1. Faktor Ekonomi Digital
Lonjakan Bisnis Digital dan Akuntansi Sektor Publik menunjukkan bahwa "Generasi Z sangat pragmatis". Mereka tidak lagi ingin hanya "menjadi PNS", tetapi ingin menjadi bagian dari ekosistem uang dan teknologi .
2. Stigma Sulit dan "Abstract"
Penurunan Matematika adalah alarm bagi bangsa. Meskipun lapangan kerja AI sangat tergantung pada matematika, siswa masih menganggapnya terlalu sulit dan tidak fun (menyenangkan) .
3. Perubahan Pola Pikir
Masuk PTN bukan lagi tentang "keinginan" semata, tetapi "strategi". Dengan daya tampung yang terbatas (bahkan 2025 lalu tak terisi penuh karena kurang peminat di prodi humaniora ), siswa menghindari prodi dengan prospek kerja yang tidak jelas atau terlalu umum.
Saran Cerdas untuk Lulusan SMA 2026
Berdasarkan peta keketatan yang dirilis ITS dan Unair , serta data historis di atas, berikut 3 sains (akal sehat) yang harus Anda lakukan:
1. Jangan Jadi "Korban" Tren, Tapi Manfaatkanlah!
· Jika nilai UTBK Anda tinggi, jangan takut ambil Matematika. Lawannya: Hanya sedikit yang berani ambil, artinya persaingan tak sengit kedokteran, tapi prospek masa depan (Data Analyst, Aktuaris) sangat cerah.
· Jika nilai Anda sedang, jangan memaksakan diri ke HI atau Hukum. Coba intip Akuntansi Sektor Publik atau Bisnis Digital. Kenaikan minatnya tinggi, namun daya tampung PTN juga mulai diperluas.
2. Gunakan Opsi 3-4 Pilihan Prodi secara Optimal
· Aturan SNBT 2026 memperbolehkan kombinasi prodi Akademik dan Vokasi . Jangan hanya pilih S1. Coba padukan pilihan "gengsi" (misal: Manajemen) dengan pilihan "strategis" (misal: Bisnis Digital vokasi) untuk mengamankan peluang lolos.
3. Jangan Takut pada Prodi "Langka"
· Properti seperti Animasi harusnya jadi pertimbangan serius. Kenaikan 1.300% menandakan pasar kerja sedang haus. Jika Anda memiliki bakat seni, ini saatnya berinvestasi.
Dinamika ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi sedang beradaptasi. Pilihan ada di tangan Anda: mengikuti arus lama yang mulai surut, atau menaiki ombak baru masa depan?
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Pergeseran Drastis: 5 Jurusan Paling Sepi Vs 5 Paling Dilirik di SNBT 2021-2025, Ada Jurusan yang Peminatnya Naik 2.000 Persen!"