Editor: Yogi A
Persib Bandung. (Foto ilustrasi: Persib Bandung Official)
GEBRAK.ID; BANDUNG – Persib Bandung akhirnya buka suara usai dijatuhi sanksi berat oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait insiden pascapertandingan Liga Champions Asia 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Februari 2026 lalu. Klub berjuluk Maung Bandung itu menyatakan menghormati keputusan AFC, meski mengaku kecewa dan prihatin atas hukuman yang diberikan.
Sanksi tersebut dinilai menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi para pendukung setia Persib atau bobotoh. Dalam pernyataan resminya, PT Persib Bandung Bermartabat menegaskan bahwa sebagai klub profesional yang membawa nama Indonesia di level Asia, mereka tetap menghormati regulasi dan keputusan AFC.
“Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional,” tulis Persib dalam pernyataan resminya, Jumat (15/5/2026).
Didenda Rp3,5 Miliar dan Main Kandang tanpa Penonton
Dalam keputusan yang diumumkan AFC, Persib dijatuhi denda sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain hukuman finansial, Persib juga harus menjalani dua laga kandang tanpa penonton dalam kompetisi AFC.
Tak hanya itu, AFC juga memberikan masa percobaan selama dua tahun. Jika kembali terjadi pelanggaran serupa, sanksi yang lebih berat berpotensi dijatuhkan kepada klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
AFC menilai Persib melanggar sejumlah regulasi disiplin dan keamanan pertandingan, termasuk Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC Pasal 64 dan 65 serta Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC Pasal 35.
Meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk pelanggaran dalam pernyataan tersebut, insiden yang terjadi setelah laga kontra Ratchaburi sebelumnya memang sempat menjadi sorotan.
Persib: Ulah Segelintir Oknum Rugikan Semua
Manajemen Persib menyayangkan insiden yang sebenarnya bisa dihindari itu justru berdampak besar terhadap perjalanan klub di level internasional.
Menurut Persib, perjuangan membangun citra positif sepak bola Indonesia di Asia membutuhkan proses panjang dan kerja keras semua pihak. Karena itu, tindakan segelintir oknum dianggap telah mencoreng upaya tersebut.
“Perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” tulis Persib.
Klub juga menegaskan bahwa kerugian akibat sanksi ini bukan hanya dirasakan manajemen dan pemain, tetapi juga bobotoh yang selama ini menjadi kekuatan utama Persib di stadion.
Larangan penonton dalam dua laga kandang AFC dipastikan akan mengurangi atmosfer khas Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang selama ini dikenal menjadi salah satu kandang paling angker di Asia Tenggara.
Jadi Alarm untuk Suporter Indonesia
Kasus yang menimpa Persib kembali menjadi pengingat penting bahwa perilaku suporter dalam pertandingan internasional kini mendapat pengawasan ketat dari federasi sepak bola Asia.
Dalam beberapa tahun terakhir, AFC memang semakin tegas dalam menerapkan aturan disiplin, terutama terkait keamanan stadion, flare, kericuhan suporter, hingga tindakan yang dianggap membahayakan jalannya pertandingan.
Pengamat sepak bola, Kesit H, menilai hukuman terhadap Persib bisa menjadi alarm bagi seluruh klub Indonesia agar lebih serius membangun budaya dukungan yang tertib dan profesional di level internasional.
Sebab, ketika klub mulai mampu bersaing di Asia, standar disiplin yang diterapkan pun tidak lagi sama dengan kompetisi domestik.
(Sumber: Persib)
Posting Komentar untuk "Persib Kena Sanksi Rp3,5 Miliar dari AFC, Bobotoh Ikut Merugi?"