Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; BANYUWANGI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung luar biasa meriah. Ribuan warga memadati kawasan Taman Blambangan, menyaksikan perayaan pendidikan yang dikemas dalam nuansa pesta rakyat penuh warna, Sabtu (2/5/2026).
Sejak pagi, antusiasme masyarakat terlihat jelas. Murid, guru, orang tua, hingga seniman dan budayawan larut dalam suasana kebersamaan yang menggabungkan pendidikan, seni, dan budaya dalam satu panggung kolosal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bahkan menyebut perayaan ini sebagai salah satu yang paling meriah di Indonesia tahun ini.
“Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional yang paling meriah se-Indonesia,” ujar Mu'ti di sela kegiatan.
Mu'ti mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai berhasil menghadirkan peringatan Hardiknas tidak hanya khidmat, tetapi juga menggembirakan dan membumi di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memungkinkan acara ini berlangsung dengan khidmat dan meriah dalam rangka kita memajukan dan mencerdaskan bangsa,” jelasnya.
Sorotan utama perayaan ini adalah pagelaran seni kolosal bertajuk “Kuntulan Ewon” yang melibatkan lebih dari 1.100 pelajar lintas jenjang. Terdiri dari sekitar 600 pemusik dan 500 penari, pertunjukan ini menyuguhkan harmoni gerak, musik, dan vokal yang memukau.
Tak sekadar hiburan, penampilan tersebut juga membawa pesan kuat tentang pentingnya pendidikan karakter, kebersamaan, serta pelestarian budaya lokal. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya.
Suasana semakin hangat ketika Mendikdasmen ikut bergabung bersama para pelajar menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”. Momen ini menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus menggambarkan semangat belajar yang menyenangkan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, menegaskan bahwa perayaan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. “Hardiknas tahun ini kami sandingkan dengan atraksi Kuntulan Ewon, yang melibatkan anak-anak, guru, seniman, dan budayawan. Ini menjadi atraksi yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat makna,” ujarnya.
Ipuk juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pendidikan yang inklusif dan menghargai potensi setiap anak. “Mari kita galang semua potensi anak-anak Indonesia, khususnya di Banyuwangi. Setiap anak punya keunikan yang harus dihargai, karena mereka adalah masa depan bangsa,” ujarnya.
Perayaan Hardiknas 2026 di Banyuwangi menjadi contoh bagaimana pendidikan bisa dirayakan secara inklusif, kreatif, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dari ruang kelas hingga ruang publik, semangat belajar dan kebersamaan tumbuh menjadi energi kolektif untuk memajukan pendidikan Indonesia.
(Sumber: Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Ribuan Warga Tumpah Ruah, Seni dan Pendidikan Berpadu dalam Pesta Rakyat, Hardiknas 2026 di Banyuwangi Pecah! "