Editor: Devona R
Bangun tidur yang benar. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Banyak orang mengira nyeri punggung saat bangun tidur disebabkan posisi tidur yang salah atau kasur yang kurang nyaman. Padahal, menurut ahli ortopedi, kebiasaan kecil saat bangun dari tempat tidur juga bisa menjadi pemicu utama rasa pegal dan kaku di pagi hari.
Dokter ortopedi dari Dharamshila Narayana Super-speciality Hospital, Gaurav Singh Bhandari, mengungkapkan bahwa cara seseorang bangun dari posisi tidur ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan tulang belakang, leher, hingga otot tubuh.
Dalam laporan yang dikutip dari Hindustan Times, Rabu (13/5/2026), Dr Bhandari menyoroti kebiasaan umum banyak orang yang langsung duduk tegak sesaat setelah bangun tidur.
“Cara bangun dengan langsung duduk tegak mungkin menjadi alasan mengapa Anda sering merasakan nyeri punggung di pagi hari,” ujar Dr Bhandari.
Kebiasaan Refleks yang Diam-Diam Berbahaya
Menurutnya, gerakan mendadak dari posisi telentang ke duduk memberi tekanan besar pada tulang belakang bagian bawah. Saat tubuh baru bangun tidur, otot dan sendi sebenarnya masih berada dalam kondisi rileks dan belum siap menopang beban tubuh secara tiba-tiba.
Akibatnya, tekanan berlebih tersebut bisa memicu rasa kaku, nyeri tumpul, hingga ketegangan otot yang bertahan sepanjang hari.
Dr Bhandari menjelaskan bahwa selama tidur, tulang belakang berada dalam kondisi tanpa beban selama berjam-jam. Pada saat itu, cakram antartulang belakang menyerap cairan dan menjadi lebih “mengembang”.
Kondisi tersebut membuat tulang belakang lebih sensitif terhadap gerakan mendadak ketika baru bangun tidur.
“Di pagi hari, otot masih relatif kaku dan cakram yang terhidrasi membuat tulang belakang lebih sensitif terhadap gerakan tersentak,” jelasnya.
Cara Bangun Tidur yang Disarankan Dokter
Alih-alih langsung duduk atau bangkit dari posisi telentang, Dr Bhandari menyarankan beberapa langkah sederhana agar tubuh tidak mengalami tekanan berlebihan.
Langkah pertama adalah memiringkan tubuh secara perlahan ke sisi yang paling nyaman. Setelah itu, tekuk lutut sedikit mendekati dada agar tubuh lebih stabil.
Selanjutnya, gunakan tangan untuk membantu mendorong tubuh bagian atas secara perlahan dari kasur. Teknik ini dinilai lebih aman karena menjaga tulang belakang tetap sejajar dan mengurangi risiko terpuntir.
Setelah berhasil duduk di tepi tempat tidur, jangan langsung berdiri. Diamlah beberapa detik agar tekanan darah dan posisi tulang belakang menyesuaikan diri terlebih dahulu.
Ketika hendak berdiri, gunakan kekuatan otot kaki untuk mengangkat tubuh, bukan membungkukkan badan secara tiba-tiba.
Nyeri Punggung Jadi Keluhan Banyak Orang
Keluhan nyeri punggung sendiri menjadi masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Berdasarkan data World Health Organization, nyeri punggung bawah termasuk salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas masyarakat di dunia.
Kurang gerak, posisi duduk terlalu lama, kualitas tidur buruk, hingga kebiasaan postur tubuh yang salah menjadi faktor yang paling sering memicu masalah ini.
Karena itu, kebiasaan kecil seperti cara bangun tidur mulai mendapat perhatian para ahli kesehatan.
Dr Bhandari menegaskan, hanya dengan meluangkan waktu sekitar 10 detik lebih lama untuk bangun secara perlahan, seseorang dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang sekaligus membuat tubuh terasa lebih nyaman sepanjang hari.
“Gerakan perlahan dan sadar saat bangun tidur bisa membantu mencegah nyeri serta menjaga kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang,” kata Dr Bhandari.
(Sumber: Hindustan Times)
Posting Komentar untuk "Sering Nyeri Punggung Saat Bangun Tidur? Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele yang Ternyata Jadi Penyebab"