Setelah Bertahun-tahun Tertunda, Tesla Akhirnya Produksi Massal Truk Listrik Semi di Nevada

Truk listrik Tesla Semi. (Foto: Tesla)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID — Raksasa otomotif listrik Tesla akhirnya memulai produksi massal truk listrik andalannya, Tesla Semi, di fasilitas baru yang berlokasi di Nevada, Amerika Serikat. Langkah ini menandai babak baru dalam industri kendaraan logistik berbasis listrik setelah proyek tersebut sempat mengalami berbagai penundaan sejak pertama kali diperkenalkan pada 2017.

Dilaporkan oleh ArenaEV, Jumat (1/5/2026), unit pertama Tesla Semi kini telah keluar dari lini produksi berkapasitas tinggi yang berdiri di area seluas sekitar 157.935 meter persegi, berdekatan dengan kompleks Gigafactory Nevada. Sebelumnya, produksi kendaraan ini masih dilakukan secara terbatas dan bersifat manual.

Tesla awalnya menargetkan produksi Semi dimulai pada 2019. Namun, berbagai tantangan, termasuk pengembangan teknologi baterai dan rantai pasok global, membuat jadwal peluncuran terus mundur. Baru pada akhir 2022, sejumlah unit terbatas didistribusikan ke perusahaan logistik seperti PepsiCo.

Kini, dengan dimulainya produksi massal, Tesla membawa sejumlah peningkatan signifikan pada truk listrik ini. Salah satunya adalah pengurangan bobot kendaraan hingga sekitar 454 kilogram, yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas muatan. Dalam kondisi penuh, Tesla Semi mampu membawa beban hingga 37.190 kilogram.

Dari sisi performa, truk ini dibekali tiga motor listrik independen yang mampu menghasilkan tenaga hingga 1.072 horsepower. Teknologi ini dipadukan dengan penggunaan baterai sel 4680 yang juga diproduksi di fasilitas yang sama, sehingga meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mempercepat distribusi.

Tesla Semi hadir dalam dua varian utama. Versi Standard Range mampu menempuh jarak sekitar 523 kilometer, sementara varian Long Range diklaim dapat melaju hingga 805 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kedua varian ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan logistik jarak menengah hingga jauh.

Untuk mendukung operasional kendaraan, Tesla juga mengembangkan infrastruktur pengisian daya khusus bernama Megacharger. Teknologi ini memiliki daya hingga 1,2 megawatt dan mampu mengisi baterai hingga 60 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Sejumlah stasiun Megacharger telah dibangun di berbagai lokasi strategis, termasuk di Ontario, dan direncanakan akan diperluas ke puluhan titik lain di Amerika Serikat.

Di pasar global, Tesla Semi akan bersaing dengan produsen besar seperti Volvo dan Daimler yang lebih dulu merilis truk listrik. Namun, Tesla optimistis dapat unggul melalui efisiensi biaya operasional dan jarak tempuh yang lebih panjang.

Permintaan terhadap kendaraan ini juga disebut cukup tinggi. Program insentif kendaraan ramah lingkungan di California mencatat ratusan pengajuan pembelian Tesla Semi sepanjang 2025 hingga 2026, melampaui kompetitor di segmen yang sama.

Tesla menargetkan kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun. Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan angka produksi realistis pada 2026 masih berada di kisaran 5.000 hingga 15.000 unit.

Untuk menarik minat pasar, Tesla juga menawarkan skema bisnis inovatif berupa layanan berlangganan. Melalui model ini, perusahaan logistik dapat menggunakan Tesla Semi dengan biaya bulanan yang mencakup kendaraan, infrastruktur pengisian, hingga kebutuhan listrik.

Langkah ini diyakini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor logistik, sekaligus menjadi strategi Tesla dalam memperluas dominasi di industri transportasi masa depan.

(Sumber: ArenaEV)

Posting Komentar untuk "Setelah Bertahun-tahun Tertunda, Tesla Akhirnya Produksi Massal Truk Listrik Semi di Nevada"