Editor: Endro Yuwanto
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan vokasi di Indonesia agar lulusan SMK semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja modern. Salah satu langkah besar yang kini mulai menunjukkan hasil adalah revitalisasi ribuan fasilitas sekolah, termasuk pembangunan lebih dari 1.000 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai daerah.
Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membangun dan merenovasi total 1.008 ruang praktik siswa untuk mendukung pembelajaran berbasis industri di sekolah menengah kejuruan (SMK).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih terampil, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan revitalisasi pendidikan tidak hanya soal pembangunan fisik sekolah.
Menurut Tatang, pemerintah juga ingin membangun ekosistem pembelajaran yang nyaman, aman, dan mampu mendorong perubahan kualitas pendidikan vokasi secara menyeluruh.
“Revitalisasi bukan hanya membangun ruangan, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mendukung transformasi pendidikan dan menghasilkan lulusan berkualitas,” ujar Tatang dalam acara Bincang Santai Media di Perpustakaan Nasional, Selasa (12/5/2026).
Tatang mengungkapkan bahwa selama ini banyak SMK di Indonesia masih menghadapi keterbatasan fasilitas praktik. Bahkan sekitar 60 persen SMK disebut belum memiliki ruang praktik siswa yang memadai.
Padahal, keberadaan ruang praktik sangat penting dalam sistem pembelajaran vokasi karena menjadi tempat utama siswa mengasah keterampilan teknis secara langsung.
“Kalau ruang kelas masih bisa diatur bergantian karena siswa kelas 12 menjalani PKL. Tapi untuk ruang praktik siswa, itu menjadi tantangan besar di banyak SMK,” jelas Tatang.
Menurut Tatang, pembelajaran di SMK saat ini semakin mengarah pada sistem project based learning (PBL) dan teaching factory yang membutuhkan fasilitas praktik menyerupai dunia industri.
Karena itu, pembangunan ruang praktik siswa menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi pendidikan vokasi.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen tercatat telah merevitalisasi 1.465 SMK di seluruh Indonesia. Total fasilitas yang dibangun mencapai 7.586 unit, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, toilet, ruang guru, hingga fasilitas praktik siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, seperti Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, hingga Teknik Konstruksi dan Properti.
Meski fasilitas praktik di sekolah tidak sepenuhnya sama dengan industri sebenarnya, Tatang menilai langkah ini sudah cukup penting untuk membekali siswa dengan kemampuan dasar sebelum terjun ke dunia kerja.
“Tentu ruang praktik ini tidak sama persis dengan industri. Tapi ketika siswa sudah memahami dasar-dasarnya, mereka akan jauh lebih mudah beradaptasi saat masuk dunia kerja,” kata Tatang.
Dampak revitalisasi juga mulai dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah penerima bantuan.
Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, mengaku sebelum revitalisasi sekolahnya mengalami keterbatasan fasilitas praktik hingga harus menggunakan perpustakaan sebagai ruang praktik sementara.
“Sebelum revitalisasi, praktik siswa sering terkendala keterbatasan ruang dan fasilitas,” ujar Surta.
Kini, setelah mendapatkan ruang praktik baru untuk Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor, suasana belajar siswa disebut jauh lebih hidup dan antusias.
“Mereka merasa dihargai dan dipersiapkan menjadi tenaga profesional menengah,” kata Surta.
Hal serupa juga dirasakan SMKN 5 Manokwari yang kini memiliki ruang praktik representatif sekaligus perpustakaan baru sebagai pusat aktivitas belajar siswa.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas lulusan SMK Indonesia agar semakin kompetitif dan siap bersaing di tengah kebutuhan industri yang terus berubah cepat.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "SMK Kini Makin Siap Kerja! Lebih dari 1.000 Ruang Praktik Baru Dibangun, Lulusan Disebut Lebih Relevan dengan Industri"