STY Turun Gunung! Dudung Bidik Kejutan Timnas Football 7 Indonesia di Roma

Ketua Umum Indonesia Football 7 Federation Dudung Abdurachman (kanan) bersama Penasihat Teknik Indonesia Football 7 Shin Tae-Yong (STY) memberikan keterangan pada media di Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA — Ambisi besar tengah disiapkan Indonesia untuk panggung sepak bola alternatif dunia. Ketua Umum Indonesia Football 7 Federation, Dudung Abdurachman, secara terbuka menargetkan Tim Nasional (Timnas) Football 7 Indonesia mampu mencetak prestasi di ajang bergengsi Intercontinental Cup yang akan digelar di Roma, Italia, pada Agustus 2026 mendatang.

Tak sekadar target biasa, Dudung bahkan membawa nama besar Shin Tae-yong (STY) ke dalam struktur tim sebagai penasihat teknik. Langkah ini dinilai sebagai strategi serius untuk mendongkrak kualitas mental dan disiplin para pemain.

“Dari lapangan kecil, kita bangun mimpi besar. Dari komunitas, kita melangkah ke dunia,” ujar Dudung dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurut Dudung, sepak bola tujuh lawan tujuh atau Football 7 memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai ratusan juta jiwa, ia optimistis Indonesia mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dunia.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta, seharusnya kita bisa menemukan tujuh pemain terbaik yang bisa membawa nama Indonesia bersinar,” tegas Dudung.

Namun demikian, Dudung tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi atlet nasional. Ia menilai, masalah utama bukan semata pada kemampuan teknik, melainkan pada aspek mental dan kedisiplinan.

“Yang perlu kita bangun adalah mental petarung. Jiwa kompetisi yang tidak mudah menyerah itu yang harus diperkuat,” ujar Dudung yang juga  Kepala Staf Kepresidenan.

Di sinilah peran Shin Tae-yong menjadi krusial. Mantan pelatih timnas sepak bola Indonesia asal Korea Selatan yang dikenal dengan disiplin tinggi itu diharapkan mampu mentransfer standar profesionalisme kepada para pemain.

Dudung menyebut, kehadiran STY bukan hanya sebagai simbol, tetapi bagian dari upaya nyata membangun fondasi tim yang kuat. “Alhamdulillah beliau berkenan bergabung karena kecintaannya terhadap Indonesia,” kata dia.

Meski tidak terlibat langsung dalam operasional harian tim, Shin Tae-yong akan berperan sebagai pemantau dan pemberi arahan strategis. Sementara itu, kursi pelatih utama dipegang oleh Socrates Matulessy yang akan memimpin persiapan teknis tim.

Secara struktural, Indonesia Football 7 Federation telah memiliki pijakan yang cukup kuat. Federasi ini sudah terafiliasi dengan International Football 7 Federation sejak 2011.

Dari sisi infrastruktur, perkembangan olahraga ini juga cukup pesat. Tercatat sekitar 1.700 lapangan mini soccer telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menjadi basis pembinaan pemain.

Pemusatan latihan tim nasional dijadwalkan dimulai satu bulan sebelum keberangkatan ke Italia. Program ini akan difokuskan pada peningkatan fisik, taktik, serta penguatan mental bertanding.

Dudung berharap, kolaborasi lintas pihak termasuk dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dapat terus diperkuat demi mendorong kemajuan sepak bola nasional di berbagai level.

Partisipasi di Intercontinental Cup Roma bukan hanya soal mengejar gelar, tetapi juga membuka jalan bagi Indonesia untuk lebih dikenal di kancah internasional melalui format permainan yang lebih dinamis dan cepat.

Dengan kombinasi talenta lokal, dukungan federasi, serta sentuhan disiplin ala Shin Tae-yong, Timnas Football 7 Indonesia kini membawa harapan baru—bahwa dari lapangan kecil, mimpi besar benar-benar bisa diwujudkan.

(Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Posting Komentar untuk "STY Turun Gunung! Dudung Bidik Kejutan Timnas Football 7 Indonesia di Roma"