Surat Haru Verona dari Pelosok Alor untuk Presiden: Dulu Belajar di Tanah, Kini Punya Kelas Layak

Seorang siswi dari pelosok daerah di Kupang, NTT, Verona Keren Balol, mencuri perhatian saat membacakan surat terbuka penuh emosi untuk Presiden Prabowo Subianto.  (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; KUPANG – Suasana haru menyelimuti peresmian hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswi dari pelosok daerah, Verona Keren Balol, mencuri perhatian saat membacakan surat terbuka penuh emosi untuk Presiden Prabowo Subianto.

Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Verona—siswi SMAN 3 Kalabahi—menyampaikan rasa terima kasihnya atas perubahan besar yang terjadi di sekolahnya.

“Surat ini saya tulis dari hati, setelah melihat langsung perubahan di sekolah kami. Dulu kami belajar beralaskan tanah dan rotan, sekarang kami punya ruang kelas yang layak,” ujar Verona dengan suara bergetar.

Dari Keterbatasan Menuju Harapan Baru

Verona menceritakan, sebelum adanya bantuan revitalisasi, kondisi sekolahnya jauh dari kata layak. Keterbatasan fasilitas membuat proses belajar mengajar berlangsung dalam kondisi seadanya.

Namun kini, perubahan signifikan telah dirasakan. Ruang kelas baru, meja dan kursi yang memadai, hingga fasilitas penunjang lainnya memberikan semangat baru bagi para siswa.

“Mimpi kami akhirnya terwujud. Semua serba baru, dan semangat kami juga baru untuk meraih cita-cita,” tuturnya.

Kisah Verona menjadi simbol perubahan nyata yang dirasakan sekolah-sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur pendidikan.

Viral hingga Dapat Perhatian Presiden

Kepala sekolah Leti Waang mengungkapkan, awalnya Verona hanya membuat video ucapan terima kasih sederhana. Namun, video tersebut kemudian diunggah ulang oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.

“Kurang dari satu jam, videonya sudah tersebar luas dan akhirnya sampai ke Presiden serta mendapat perhatian dari banyak pihak,” jelas Leti.

Momen ini menjadi bukti bahwa suara dari pelosok negeri pun dapat terdengar hingga tingkat nasional, terutama di era digital saat ini.

Revitalisasi Ubah Wajah Sekolah

SMAN 3 Kalabahi sendiri menerima bantuan revitalisasi lebih dari Rp1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun dua ruang kelas baru, satu laboratorium komputer lengkap, serta fasilitas sanitasi yang lebih layak.

Tak hanya soal fisik bangunan, Leti menilai program ini juga membawa perubahan dalam tata kelola sekolah. Proses perencanaan hingga pelaporan dilakukan secara digital, sehingga lebih transparan dan akuntabel.

“Semua proses dilakukan secara daring, jadi lebih terbuka dan adil. Ini sangat membantu kami di daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk gereja dan jemaat setempat, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

Apresiasi untuk Ekspresi Lewat Seni

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi khusus atas cara Verona menyampaikan rasa terima kasihnya melalui tulisan yang sarat makna.

Menurutnya, ekspresi seni seperti itu mencerminkan kepekaan sekaligus harapan generasi muda terhadap masa depan pendidikan.

“Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah. Apa yang dilakukan Verona adalah contoh bagaimana pendidikan juga membentuk rasa dan jiwa,” ungkapnya.

Harapan untuk Pendidikan yang Merata

Kisah Verona menjadi gambaran nyata bahwa program revitalisasi pendidikan tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan siswa di daerah terpencil.

Pemerintah berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga tidak ada lagi siswa yang harus belajar dalam kondisi tidak layak.

Dengan fasilitas yang semakin baik dan dukungan berbagai pihak, generasi muda di pelosok Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

(Sumber: Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Surat Haru Verona dari Pelosok Alor untuk Presiden: Dulu Belajar di Tanah, Kini Punya Kelas Layak"