TMII Awards 2026: Revitalisasi Anjungan Jadi Kunci Perkuat Identitas Budaya Nusantara

Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (1/5/2026). (Foto: Kementerian Kebudayaan)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA – Upaya memperkuat identitas budaya nasional kembali mendapat panggung melalui ajang Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Ajang ini menjadi momentum penting untuk mendorong revitalisasi anjungan daerah sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir langsung dalam acara tersebut mengatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk mengukur sekaligus memacu kinerja pengelolaan anjungan daerah.

“Penghargaan ini mendorong inovasi, mengukur efisiensi, dan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas peran pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya Nusantara,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Ajang yang memasuki tahun kedua sejak pertama kali digelar pada 2025 ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pengelola TMII dalam memperkuat fungsi anjungan sebagai etalase budaya dari setiap provinsi. Menurut Fadli Zon, anjungan daerah bukan hanya simbol, tetapi juga ruang hidup yang mencerminkan kearifan lokal yang harus dirawat secara berkelanjutan.

Fadli Zon juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam pengelolaan anjungan. “Anjungan adalah wajah budaya tiap daerah. Karena itu, revitalisasi dan pengelolaan yang serius menjadi keharusan,” tegasnya.

Lebih jauh, Fadli Zon menyoroti peran strategis kebudayaan sebagai soft power yang kini semakin diperhitungkan dalam dinamika global. Ia menilai, sektor budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan industri budaya jika dikelola dengan inovatif dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, yang menyebut anjungan di TMII sebagai representasi fisik keragaman budaya Indonesia.

“Anjungan adalah jendela yang menampilkan cerita dan identitas setiap daerah. Di sinilah publik bisa memahami kekayaan budaya Indonesia secara langsung,” ungkap Febrina.

Pada penyelenggaraan tahun ini, selain kategori utama “Anjungan Daerah Terbaik”, panitia juga menghadirkan tiga kategori tambahan, yakni “Tata Pamer Terbaik”, “Hospitality Terbaik”, dan “Resiliensi Terbaik”.

Hasilnya, Sumatra Selatan meraih penghargaan untuk kategori Tata Pamer Terbaik, Sulawesi Barat untuk Hospitality Terbaik, dan Jawa Timur untuk Resiliensi Terbaik. Sementara itu, penghargaan utama Anjungan Daerah Terbaik menempatkan Jawa Tengah sebagai juara ketiga, Bali di posisi kedua, dan Kalimantan Selatan sebagai juara pertama.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh penting, di antaranya Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, serta berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, BUMN, hingga kalangan budayawan dan seniman.

Di akhir acara, Fadli Zon berharap penghargaan ini dapat menjadi pemicu lahirnya program-program budaya yang lebih orisinal dan berbasis pada kekuatan lokal.

“Ketika budaya dijaga, identitas bangsa akan semakin kuat. Dan ketika budaya dihargai, masa depan akan memiliki akar yang kokoh,” pungkas Fadli Zon.

Ajang ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan dan relevansinya di tengah perubahan zaman.

(Sumber: Kementerian Kebudayaan)

Posting Komentar untuk "TMII Awards 2026: Revitalisasi Anjungan Jadi Kunci Perkuat Identitas Budaya Nusantara"