Wamendikdasmen Atip Ungkap Kunci Sukses Pemimpin Muda: Bukan Cuma Nilai Akademik, tapi Social Intelligence

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat (dua kiri) saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk "Ayo Cerita: Mental Health Issue Remaja" pada rangkaian acara Jakarta Youth Achievement Award 2026 yang digelar di MNC University, Rabu (13/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyatakan bahwa kesuksesan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik. Menurutnya, kemampuan membangun relasi sosial atau social intelligence justru menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk pemimpin masa depan.

Pesan itu disampaikan Wamen Atip saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk "Ayo Cerita: Mental Health Issue Remaja" pada rangkaian acara Jakarta Youth Achievement Award 2026 yang digelar di MNC University, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 pengurus OSIS dari 89 sekolah di DKI Jakarta.

Dalam paparannya, Wamen Atip menilai kepemimpinan sejati lahir dari perpaduan kecerdasan intelektual dan kemampuan sosial yang terasah lewat pengalaman berorganisasi, termasuk melalui OSIS.

“Untuk mencapai kesuksesan adalah gabungan dari intellectual intelligence dan social intelligence. Kalau hanya mengandalkan intellectual intelligence saja, rasanya akan susah menjadi pemimpin,” ujar Wamen Atip.

Wamen Atip menyebut pengalaman menjadi pengurus OSIS memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter, kemampuan komunikasi, hingga kepemimpinan siswa. Bahkan, pengalaman organisasi kini menjadi salah satu unsur penilaian dalam jalur prestasi nonakademik.

“OSIS ini sangat penting sekali. Salah satu kriteria penilaian untuk prestasi nonakademik adalah pengurus OSIS. Jadi ketua OSIS memiliki poin tersendiri untuk jalur prestasi,” kata Wamen Atip.

Social Intelligence Jadi Penentu Kesuksesan

Wamen Atip juga mengutip hasil penelitian dari Carnegie Institute di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa kesuksesan seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh kecerdasan sosial.

Menurut Wamen Atip, setiap anak memiliki potensi dan bentuk kecerdasan yang berbeda-beda sehingga tidak tepat jika siswa hanya diukur berdasarkan capaian akademik semata.

“Penelitian dari Carnegie Institute menyebutkan kesuksesan itu 70 persen ditentukan oleh social intelligence. Semua manusia itu tidak ada yang tidak pintar, hanya berbeda bentuk kecerdasannya,” ungkap Wamen Atip.

Wamen Atip menambahkan, kepemimpinan, intelektualitas, dan kecerdasan sosial merupakan “golden triangle” yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. “Leadership, intelektualitas, dan social intelligence adalah fondasi untuk menjadi pemimpin,” tegasnya.

Mental Health Jadi Sorotan Pelajar Jakarta

Selain membahas kepemimpinan, isu kesehatan mental remaja juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum Forum OSIS DKI Jakarta, Daryl Rainald, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus wadah inspirasi bagi pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong lahirnya generasi muda yang berani menyuarakan gagasan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menunjukkan kepemimpinan yang berdampak,” ujar Daryl.

Daryl menilai kesehatan mental menjadi isu penting karena remaja saat ini menghadapi tekanan sosial yang semakin kompleks. Dengan mental yang sehat, pelajar dinilai akan lebih siap menghadapi tantangan ketika memasuki fase kehidupan yang lebih dewasa.

Senada dengan itu, Kepala Bidang SMK DKI Jakarta, Erni Mawarni, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi seorang pemimpin muda.

“Kesehatan mental adalah fondasi utama bagi seorang pemimpin. Tanpa mental yang sehat dan tangguh, prestasi yang diraih tidak akan berkelanjutan,” kata Erni.

Erni juga mengajak pengurus OSIS menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara emosional.

MNC University Siap Jadi “Rumah” OSIS

Sementara itu, Rektor MNC University, Dendi Pratama, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan organisasi siswa di Indonesia.

Menurut Dendi, OSIS selama ini menjadi tempat penting bagi pelajar untuk belajar komunikasi, koordinasi, dan kerja sama tim yang akan berguna di dunia kerja maupun kehidupan sosial.

“Di OSIS diajarkan bagaimana berkomunikasi, menjadi pemimpin, berkoordinasi, dan bekerja sama. Kami siap menjadi rumahnya OSIS dan bertumbuh bersama seluruh OSIS di Jakarta dan Indonesia,” ujar Dendi.

Mengusung tema "Empowering Student Voices, Shaping Future Leaders", acara tersebut juga memberikan penghargaan kepada pengurus OSIS yang dinilai aktif, inovatif, dan berdampak di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

(Sumber: Humas Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Wamendikdasmen Atip Ungkap Kunci Sukses Pemimpin Muda: Bukan Cuma Nilai Akademik, tapi Social Intelligence"