9 BUMN Logistik Dilebur ke Pos Indonesia, Target Raup Laba Rp100 Miliar di Tahun Pertama

BP BUMN dan BPI Danantara melakukan konsolidasi sembilan perusahaan logistik pelat merah ke dalam satu entitas yang dinaungi PT Pos Indonesia (Persero). ( Foto; ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA-- Pemerintah melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan BPI Danantara melakukan konsolidasi sembilan perusahaan logistik pelat merah ke dalam satu entitas yang dinaungi PT Pos Indonesia (Persero). Langkah transformasi ini bertujuan menciptakan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi dan efisien.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa konsolidasi ini menjadi salah satu prioritas utama dalam manajemen portofolio Danantara Aset Manajemen (DAM) dan telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) serta RKAP 2026.

"Karena mereka beroperasi sendiri-sendiri, skala usahanya juga sangat terbatas. Dari Rp3.000 triliun market logistik, perusahaan-perusahaan ini hanya mengambil kurang dari 3%. Kecil sekali," ujar Daud dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/6/2026).

Tahapan Konsolidasi Bertahap hingga 2027

Proses integrasi dilakukan secara bertahap. Per 1 Juli 2026, sebanyak tujuh perusahaan logistik akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai surviving entity. Ketujuh perusahaan tersebut adalah:

· PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari grup Pelindo

· PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) dari Pos Indonesia

· PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni

· PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa

· PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari Semen Indonesia Group (SIG)

· PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) milik Krakatau Steel

Pada tahap awal ini, struktur kepemilikan saham PT MTI terdiri dari Pelindo 73 persen, Pos Indonesia 9 persen, dan 17 persen dimiliki lima perusahaan lainnya. Selanjutnya pada 2027, seluruh saham akan dialihkan sepenuhnya ke Pos Indonesia.

Pada fase kedua, konsolidasi diperluas dengan memasukkan PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) yang merupakan perusahaan berbasis cargo owner di sektor semen dan pupuk.

"Danantara lewat Surat Tugas Nomor 075 sudah memerintahkan kami untuk segera menambah dua perusahaan baru digabungkan di dalam konsolidasi ini," jelas Daud.

Target Pendapatan Rp2,38 Triliun dan Laba Rp100 Miliar

Dengan penggabungan sembilan BUMN logistik, perusahaan hasil konsolidasi diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar Rp2,38 triliun dan laba Rp100 miliar pada tahun pertama operasional.

"Bapak Ibu kalau kita melihat tabel paling kanan bernilai Rp2,38 triliun, itulah nanti besarnya revenue dari perusahaan gabungan ini. Dari Rp2,38 triliun ini akan bisa menghasilkan profit di tahun ini kira-kira sebesar Rp100 miliar," tuturnya.

Daud optimistis dengan prospek industri logistik nasional yang tumbuh sekitar 6 persen per tahun, khususnya di sektor freight forwarding dan pergudangan. Nilai pasar logistik nasional tercatat sekitar Rp2.800 triliun pada 2022, meningkat menjadi Rp2.913 triliun pada 2023 dan Rp3.048 triliun pada 2024.

Jaringan Distribusi Meluas dan Biaya Logistik Turun

Konsolidasi ini akan memperluas jaringan distribusi dari 78 titik menjadi sekitar 150-160 lini bisnis. Perusahaan yang sebelumnya hanya kuat di wilayah tertentu dapat memanfaatkan jaringan perusahaan lain untuk menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

"Sehingga nanti anak perusahaan ini akan lengkap lini bisnisnya di seluruh Indonesia," tambah Daud.

Selain itu, integrasi ini mampu menekan biaya logistik nasional. Selama ini setiap mata rantai logistik dijalankan perusahaan berbeda yang masing-masing mengambil margin keuntungan sendiri.

"Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit margin-nya hanya menjadi satu. Sehingga akan bisa memotong duplikasi profit margin dan menurunkan biaya logistik secara keseluruhan," ujar Daud.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya transformasi ini untuk menghadirkan layanan logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Ini sesuai arahan Bapak Presiden, dan itu bukan hanya diminta tetapi semua kita harus yakin dan believe kalau kita ingin memiliki satu perusahaan yang sustain, perusahaan yang berkembang, perusahaan yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya," ungkapnya.

( berbagai sumber)