Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA – Memiliki paspor kedua bukan lagi sekadar impian bagi kalangan elite global. Sejumlah negara kini membuka jalur kewarganegaraan melalui investasi atau yang populer disebut citizenship by investment (CBI), memungkinkan warga asing memperoleh status warga negara dalam waktu relatif singkat dengan menanamkan modal atau memberikan kontribusi finansial tertentu.
Program ini menjadi daya tarik bagi para investor, pengusaha, hingga individu berpenghasilan tinggi yang menginginkan akses perjalanan lebih luas, peluang bisnis internasional, serta alternatif tempat tinggal di luar negara asal.
Berdasarkan berbagai sumber resmi pemerintah dan lembaga konsultasi migrasi internasional, berikut enam negara yang dikenal memiliki program kewarganegaraan paling mudah melalui jalur investasi.
1. Turki, Paspor Bisa Didapat dalam Hitungan Bulan
Turki menjadi salah satu destinasi favorit investor global berkat program kewarganegaraan yang relatif cepat dan fleksibel.
Pemerintah Turki memberikan kesempatan memperoleh paspor melalui pembelian properti senilai minimal US$400.000 atau sekitar Rp7 miliar. Alternatif lain adalah menyimpan dana sebesar US$500.000 di bank Turki atau melakukan investasi dengan nilai setara.
Salah satu keunggulan program ini adalah proses yang relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga enam bulan setelah seluruh persyaratan dipenuhi.
Selain itu, pemegang paspor Turki mendapatkan akses bebas visa atau visa saat kedatangan ke lebih dari 110 negara dan wilayah.
2. Dominika, Salah Satu Program Termurah di Dunia
Negara kepulauan kecil di kawasan Karibia ini dikenal memiliki salah satu program kewarganegaraan melalui investasi paling terjangkau.
Pemohon dapat memperoleh kewarganegaraan dengan memberikan kontribusi mulai dari US$200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar ke Dana Diversifikasi Ekonomi nasional.
Dominika menjadi pilihan populer karena prosesnya yang sederhana dan tidak mewajibkan pemohon tinggal di negara tersebut sebelum atau sesudah memperoleh paspor.
Paspor Dominika juga memberikan akses perjalanan bebas visa ke lebih dari 140 destinasi, termasuk kawasan Schengen di Eropa.
3. St. Kitts dan Nevis, Pelopor Program Paspor Investasi
Negara federasi di Karibia ini tercatat sebagai pelopor program citizenship by investment yang telah berjalan sejak 1984.
Calon warga negara dapat berpartisipasi melalui kontribusi ke dana pembangunan berkelanjutan atau investasi properti yang telah disetujui pemerintah.
Program ini terkenal karena prosesnya yang cepat dan reputasinya yang cukup kuat di kalangan investor internasional.
Paspor St. Kitts dan Nevis memungkinkan perjalanan bebas visa ke lebih dari 150 negara dan wilayah.
4. Antigua dan Barbuda, Wajib Tinggal Lima Hari
Antigua dan Barbuda menawarkan beberapa opsi investasi, mulai dari kontribusi dana pembangunan nasional, pembelian properti, hingga investasi bisnis.
Salah satu syarat unik program ini adalah kewajiban tinggal di negara tersebut setidaknya lima hari dalam lima tahun pertama setelah memperoleh kewarganegaraan.
Meski demikian, syarat tersebut tergolong ringan dibandingkan program naturalisasi di banyak negara lain yang mewajibkan tinggal selama bertahun-tahun.
5. Grenada, Akses ke Amerika Serikat
Grenada menjadi salah satu negara Karibia yang banyak diminati karena menawarkan keuntungan tambahan berupa peluang mengajukan Visa E-2 Amerika Serikat.
Melalui program ini, investor dapat memperoleh kewarganegaraan dengan memberikan kontribusi ke National Transformation Fund atau membeli properti yang memenuhi syarat.
Fasilitas akses ke program visa bisnis AS menjadikan paspor Grenada memiliki nilai strategis bagi pengusaha internasional.
6. Vanuatu, Program Tercepat di Dunia
Negara kepulauan di Samudra Pasifik ini dikenal memiliki salah satu proses kewarganegaraan tercepat.
Melalui program Development Support Program (DSP), investor dapat memperoleh paspor dengan memberikan kontribusi kepada pemerintah.
Dalam sejumlah kasus, proses persetujuan dapat selesai hanya dalam waktu satu hingga dua bulan setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Kecepatan proses tersebut menjadikan Vanuatu sebagai salah satu pilihan favorit bagi mereka yang membutuhkan paspor kedua dalam waktu singkat.
Mengapa Banyak Orang Mencari Paspor Kedua?
Menurut firma konsultan migrasi internasional Henley & Partners, tren permintaan kewarganegaraan melalui investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor utama yang mendorong minat tersebut antara lain diversifikasi aset, kemudahan mobilitas global, perlindungan keluarga, serta akses terhadap peluang pendidikan dan bisnis internasional.
Namun, sejumlah negara juga mulai memperketat pengawasan terhadap program ini karena kekhawatiran terkait pencucian uang, penghindaran pajak, dan keamanan lintas negara.
Di sisi lain, bagi negara penyelenggara, program kewarganegaraan melalui investasi menjadi sumber pemasukan penting untuk mendanai pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga pemulihan ekonomi.
Dengan biaya yang berkisar dari miliaran hingga puluhan miliar rupiah, program "beli paspor" memang tidak dapat dijangkau semua orang. Namun bagi investor global, kewarganegaraan kedua kini telah berkembang menjadi instrumen strategis yang menawarkan lebih dari sekadar dokumen perjalanan.
( berbagai sumber)
