Editor: A. Rayyan K
Juara baru kelas berat World Boxing Council (WBC) Agit Kabayel yang dipublikasikan dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: Instagram resmi Agit Kabayel @agitkabayel)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Dunia tinju memasuki babak baru. World Boxing Council (WBC) secara resmi menetapkan petinju Jerman, Agit Kabayel, sebagai juara dunia kelas berat setelah Oleksandr Usyk memutuskan melepas sabuk juara yang selama ini dikuasainya.
Penetapan tersebut sekaligus menandai puncak perjalanan panjang Kabayel yang selama bertahun-tahun tampil konsisten dan belum pernah menelan kekalahan di level profesional.
Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, menilai pencapaian Kabayel merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang terus diperlihatkan dalam setiap pertarungan menghadapi lawan-lawan elite dunia.
"Kejuaraan kelas berat selalu mewakili kehormatan tertinggi dalam tinju dan Agit Kabayel telah meraih momen ini melalui disiplin, ketekunan, dan penampilan luar biasa selama bertahun-tahun melawan lawan-lawan kelas dunia," ujar Mauricio Sulaiman, dikutip dari laman resmi WBC, Senin (29/6/2026).
Menurut Sulaiman, Kabayel telah membuktikan dirinya layak menjadi penerus para legenda yang pernah mengenakan sabuk hijau dan emas milik WBC.
"Kami bangga menyambutnya ke dalam garis keturunan bersejarah para juara yang telah mengenakan sabuk hijau dan emas, dan kami berharap dia memiliki masa kejayaan yang panjang, sukses, dan tak terlupakan," lanjutnya.
WBC juga memastikan akan segera mengumumkan perkembangan terbaru mengenai divisi kelas berat, termasuk calon lawan pertama Kabayel dalam mempertahankan gelarnya.
JANGAN TERLEWATKAN Mengejutkan! Oleksandr Usyk Rela Lepas Semua Sabuk Juara Dunia Kelas Berat, Satu Duel Terakhir Jadi Penutup Karier
Perjalanan Agit Kabayel menuju puncak dunia tidak diraih secara instan. Petinju berusia 33 tahun itu mulai masuk dalam peringkat dunia WBC pada Mei 2017 setelah merebut gelar juara kelas berat European Boxing Union (EBU) usai mengalahkan Herve Hubeaux.
Masih pada tahun yang sama, namanya semakin diperhitungkan setelah menaklukkan Derek Chisora. Kemenangan tersebut mengantarkannya menembus jajaran 15 besar peringkat WBC dan mulai dikenal sebagai salah satu petinju yang patut diperhitungkan di kelas berat.
Karier Kabayel kemudian semakin melejit pada Desember 2023 ketika tampil dalam ajang bergengsi "Day of Reckoning" di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pertarungan itu, ia secara mengejutkan menghentikan langkah Arslanbek Makhmudov yang saat itu belum pernah kalah.
Kemenangan knockout pada ronde keempat tersebut membuat Kabayel merebut sabuk juara kelas berat NABF sekaligus melonjak ke peringkat kedelapan WBC.
Momentum positif itu terus berlanjut pada Mei 2024. Kabayel kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Frank Sanchez melalui knockout pada ronde ketujuh. Hasil tersebut membuatnya merebut gelar WBC Continental Americas kelas berat sekaligus menyandang status penantang wajib gelar juara dunia WBC.
Penampilan impresifnya tidak berhenti di situ. Dalam laga terakhir sebelum resmi menjadi juara dunia, Kabayel sukses mempertahankan gelar interim WBC setelah mengalahkan Damian Knyba pada 10 Januari 2026. Kemenangan itu semakin memperkuat posisinya sebagai kandidat utama penerus Oleksandr Usyk.
Kini, setelah Usyk memutuskan melepas seluruh gelar juara dunia yang dimilikinya, WBC secara resmi mengangkat Agit Kabayel sebagai penguasa baru divisi kelas berat.
Status tersebut membuka babak baru dalam persaingan kelas berat dunia. Tantangan berikutnya bagi Kabayel adalah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar penerus, melainkan juara yang mampu mempertahankan dominasinya di tengah ketatnya persaingan para petinju elite dunia.
(Sumber: WBC)