Editor: A. Rayyan K
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, bersiap menorehkan momen
bersejarah dalam kariernya dengan melakoni debut di ajang Grand Slam
Wimbledon 2026. (Foto: USTA)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, bersiap menorehkan momen bersejarah dalam kariernya dengan melakoni debut di ajang Grand Slam Wimbledon 2026. Tampil untuk pertama kalinya di turnamen tenis paling bergengsi di lapangan rumput itu, Janice mengaku bangga mendapat kesempatan membawa nama Indonesia di panggung dunia.
Petenis kelahiran Jakarta tersebut akan memulai perjuangannya di All England Club, London, Inggris, dengan menghadapi unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, pada pertandingan babak pertama yang dijadwalkan berlangsung Senin (29/6/2026) pukul 21.30 WIB.
Bagi Janice, kesempatan tampil di Wimbledon menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan karier profesionalnya.
"Sangat sangat spesial untuk bisa main di Wimbledon pertama kali, dan juga membawa nama Indonesia di Wimbledon kali ini," ujar Janice seperti dikutip dari laman resmi Wimbledon.
Menariknya, duel melawan Fernandez bukanlah pertemuan pertama bagi kedua petenis tersebut. Justru, Janice datang dengan modal rekor yang cukup meyakinkan setelah selalu menang dalam dua perjumpaan sebelumnya.
Kemenangan pertama diraih Janice pada babak pertama Australian Open awal musim 2026. Saat itu, ia sukses menumbangkan runner-up US Open 2021 tersebut dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 7-6(1).
Sebulan berselang, keduanya kembali bertemu pada ajang Dubai Duty Free Tennis Championships. Hasilnya tidak berubah. Janice kembali keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan ketat dengan skor 7-6(5), 6-4.
Catatan tersebut membuat petenis Indonesia itu unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan Fernandez. Meski demikian, laga di Wimbledon diprediksi akan berlangsung jauh lebih sengit mengingat keduanya sama-sama memiliki pengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi.
Secara peringkat dunia, Fernandez masih lebih diunggulkan. Petenis Kanada itu kini menempati posisi ke-24 dunia, sedangkan Janice berada di peringkat ke-42. Namun, statistik musim 2026 menunjukkan persaingan keduanya cukup berimbang karena belum ada satu pun yang berhasil meraih gelar sektor tunggal sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, Janice justru tampil impresif pada nomor ganda. Sepanjang musim 2026, ia berhasil meraih dua gelar bergengsi.
Gelar pertama diraih pada turnamen WTA 250 Hobart di Australia bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter. Setelah itu, Janice kembali naik podium juara pada ajang WTA 125 Birmingham di lapangan rumput dengan pasangan asal Australia, Talia Gibson.
Modal tersebut menjadi bekal berharga menjelang debutnya di Wimbledon, terutama karena turnamen ini juga dimainkan di lapangan rumput yang menjadi salah satu permukaan favoritnya sepanjang musim.
Tak hanya berlaga di nomor tunggal, Janice juga akan memperkuat Indonesia pada sektor ganda putri. Ia akan berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, yang merupakan salah satu petenis ganda terbaik Indonesia.
Pasangan Merah Putih itu dijadwalkan menghadapi duet tuan rumah Harriet Dart dan Maia Lumsden pada babak pertama Wimbledon yang berlangsung Kamis (2/7/2026).
Janice dan Aldila membawa optimisme tinggi setelah pernah mencatatkan prestasi bersama. Keduanya merupakan peraih medali emas SEA Games 2025 dan bertekad kembali menunjukkan performa terbaik di panggung Grand Slam.
Keduanya juga berusaha mengulang kesuksesan musim lalu ketika berhasil menjuarai turnamen WTA 125 Suzhou di China serta WTA 250 Chennai di India. Dengan modal pengalaman tersebut, duet Indonesia diharapkan mampu berbicara banyak di Wimbledon 2026.
(Sumber: Wimbledon)