Editor: Damar Pratama
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (KW). (Foto: PBSI)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (KW), menunjukkan mental juara saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan wakil Kanada, Michelle Li, pada babak 16 besar Indonesia Open 2026. Kemenangan dramatis tersebut mengantarkan Putri KW melangkah ke perempat final dan kembali menyamai pencapaian terbaiknya di turnamen bergengsi tersebut.
Bertanding di hadapan ribuan pendukung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026), Putri harus bekerja keras selama tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 12-21, 21-18, 21-16.
Hasil ini sekaligus menjaga asa Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di ajang level BWF World Tour Super 1000 tersebut. Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak delapan besar.
Putri akan berhadapan dengan pemain unggulan asal China, Chen Yufei, yang pernah menduduki puncak ranking dunia dan dikenal sebagai salah satu pemain paling konsisten dalam satu dekade terakhir.
Sempat Tertekan di Gim Pertama
Putri KW tidak memulai pertandingan dengan mulus. Michelle Li tampil agresif sejak awal dan langsung mengambil kendali permainan. Pebulu tangkis Kanada itu unggul 5-2, lalu memperlebar jarak menjadi 11-7 saat interval.
Selepas jeda, dominasi Michelle semakin terlihat. Ia bahkan mampu meraih tujuh poin beruntun yang membuat Putri tertinggal jauh 8-18. Situasi tersebut sulit dikejar dan gim pertama akhirnya menjadi milik Michelle Li dengan skor telak 21-12.
Bangkit dan Ubah Jalannya Laga
Memasuki gim kedua, Putri menunjukkan karakter berbeda. Permainannya lebih sabar dan efektif dalam mengatur ritme reli. Dukungan penuh publik Istora juga menjadi suntikan semangat bagi tunggal putri andalan Indonesia itu.
Pertarungan berlangsung lebih ketat dibanding gim pertama. Putri sempat memimpin, tetapi Michelle terus memberikan tekanan hingga kedudukan mendekat menjadi 18-19.
Di momen krusial, Putri mampu menjaga fokus dan merebut dua poin penting secara beruntun untuk menutup gim kedua dengan kemenangan 21-18. Skor imbang 1-1 membuat pertandingan harus ditentukan melalui rubber game.
Tunjukkan Mental Baja di Gim Penentuan
Pada gim ketiga, Putri kembali tertinggal di awal pertandingan. Namun situasi berubah ketika pemain usia 23 tahun itu berhasil mencetak delapan poin beruntun yang membuatnya berbalik unggul 12-8.
Momentum tersebut menjadi titik balik pertandingan. Putri tampil semakin percaya diri dan mampu mengontrol permainan. Michelle Li berupaya mengejar, tetapi serangan dan pertahanan solid yang diperagakan Putri membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.
Akhirnya, Putri memastikan kemenangan dengan skor 21-16 sekaligus mengunci tiket ke babak perempat final Indonesia Open 2026.
Tantangan Berat Menanti: Chen Yufei
Keberhasilan melaju ke delapan besar menjadi bukti perkembangan positif Putri KW dalam beberapa musim terakhir. Namun ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi Chen Yufei dalam perebutan tiket semifinal.
Chen dikenal memiliki pengalaman segudang di level elite dunia, termasuk pernah meraih medali emas Olimpiade dan menjuarai berbagai turnamen besar internasional. Meski demikian, performa impresif yang ditunjukkan Putri saat membalikkan keadaan melawan Michelle Li menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya.
Jika mampu mempertahankan konsistensi dan tampil lepas di depan publik sendiri, peluang Putri untuk menciptakan kejutan tetap terbuka.
Kemenangan ini juga menjadi kabar baik bagi bulu tangkis Indonesia yang berharap memiliki wakil lebih banyak di fase akhir Indonesia Open 2026. Dukungan suporter Istora diyakini kembali menjadi faktor penting saat Putri KW menghadapi salah satu lawan terberatnya di turnamen tahun ini.
(Sumber: PBSI)