Bola Makharijul Huruf UHAMKA Bikin Belajar Al-Qur'an Lebih Seru, Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Antusias Ikut Praktik

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk "Bola Makharijul Huruf" melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta, Kamis (12/6/2026). (Foto: Dok.MUGA)
Editor: A. Rayyan K

JAKARTA – Pembelajaran Al-Qur'an yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan guru menyampaikan materi, tetapi juga pada inovasi media yang mampu membuat siswa aktif dan terlibat dalam proses belajar. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk "Bola Makharijul Huruf" melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/6/2026) itu mengusung tema Pelatihan Media Inovasi Bola Makharijul Huruf dalam Meningkatkan Pembelajaran Al-Qur'an. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Narasumber utama kegiatan, Dr. Muhammad Arifin Rahmanto, M.Pd., dosen UHAMKA yang dikenal aktif menulis dan mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam, menyatakan bahwa pembelajaran Al-Qur'an membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik.

"Pembelajaran Al-Qur'an tidak cukup hanya mengandalkan metode ceramah atau hafalan. Diperlukan inovasi media yang mampu mengaktifkan siswa sehingga mereka dapat memahami dan mempraktikkan makharijul huruf secara lebih mudah dan tepat," ujar Dr. Muhammad Arifin Rahmanto.

Menurut Dr. Muhammad Arifin Rahmanto, pemahaman mengenai makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf hijaiyah seringkali dianggap sulit karena bersifat abstrak. Karena itu, diperlukan media yang mampu mengubah konsep tersebut menjadi pengalaman belajar yang konkret, menyenangkan, dan mudah dipahami siswa.

Dr. Muhammad Arifin Rahmanto, M.Pd. (kanan), dosen UHAMKA yang dikenal aktif menulis dan mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam. (Foto: Dok.MUGA) 

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan Bola Makharijul Huruf, sebuah media pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa mengenali titik keluarnya huruf-huruf hijaiyah melalui pendekatan permainan edukatif. Melalui media tersebut, peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan materi sehingga proses belajar menjadi lebih aktif dibandingkan metode konvensional.

Program ini melibatkan mahasiswa Pascasarjana dan Sarjana Pendidikan Agama Islam UHAMKA. Dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam hadir Suranti dan Randy Maulana. Sementara dari Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam turut berpartisipasi Rizq Mimmaulidina, Harsina Afif, serta M. Elvandriyani Yusuf.

Menariknya, Suranti tidak hanya berperan sebagai mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UHAMKA, tetapi juga menjabat sebagai Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Keterlibatannya menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Suranti menilai penggunaan media pembelajaran kreatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di sekolah.

"Media inovatif seperti Bola Makharijul Huruf mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik, sekaligus membantu meningkatkan kemampuan tahsin peserta didik," kata Suranti.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku baru pertama kali melihat dan menggunakan media pembelajaran tersebut. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai sesi praktik.

Sebagai bagian dari evaluasi, tim pengabdian melakukan wawancara kepada peserta untuk mengetahui efektivitas media yang digunakan. Hasilnya menunjukkan respons yang sangat positif. Mayoritas siswa mengaku lebih mudah memahami materi, lebih cepat mengingat posisi keluarnya huruf hijaiyah, serta merasa pembelajaran menjadi jauh lebih menyenangkan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis media interaktif dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, metode pembelajaran Al-Qur'an yang kreatif diharapkan mampu memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an siswa sekaligus menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi di kalangan generasi muda.

(Siaran Pers MUGA)