Danantara Siapkan Revitalisasi Mega Proyek GBK, Eks Hotel Sultan akan Dirobohkan

Hotel Sultan akan dirobohkan untuk dibangun ulang menjadi sport center bertaraf dunia. ( Foto: ist) 


Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA– Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan transformasi besar-besaran kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pasca pengambilalihan aset eks Hotel Sultan dari PT Indobuildco. Kepala Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, kawasan seluas sekitar 200 hektare tersebut akan didesain ulang secara komprehensif menjadi ikon baru Indonesia dengan konsep sport tourism berstandar dunia.

"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang, termasuk lapangan golf sampai dengan area GBK," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026). 

Eks Hotel Sultan akan Dirobohkan

Rosan menegaskan bahwa bangunan Hotel Sultan yang berdiri sejak era 1970-an berpotensi besar untuk dirobohkan demi mewujudkan kawasan baru yang lebih modern dan terintegrasi.

"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (dirobohkan)," tegasnya saat dikonfirmasi ulang oleh wartawan. 

Kendati demikian, Rosan memastikan fungsi penginapan atau hotel akan tetap hadir dalam kawasan baru tersebut, bahkan kemungkinan jumlahnya lebih dari satu unit untuk mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi di pusat kota. 

Pengelolaan Libatkan BUMN Pariwisata

Setelah proses administrasi dan penyelesaian sengketa di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) rampung, Danantara berencana menunjuk perusahaan pelat merah di sektor pariwisata untuk mengelola kawasan tersebut.

"Ya nantinya pengelolaannya kita akan pakai InJourney, Meru, dan yang lain. Kan Meru juga sudah sangat-sangat baik ya," kata Rosan. 

Target Sport Tourism dan Pusat Ekonomi Baru

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pengembangan kawasan GBK dirancang secara matang dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan rakyat. Konsep yang diusung adalah sport tourism, mengingat GBK telah memiliki infrastruktur olahraga yang lengkap.

"Semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," jelas Rosan. 

Saat ini, rata-rata pengeluaran wisatawan asing di Indonesia masih berada di angka sekitar USD 1.100. Pemerintah berharap revitalisasi GBK dapat menarik wisatawan premium dengan daya beli tinggi sekaligus meningkatkan durasi kunjungan. 

Latar Belakang Sengketa dan Eksekusi

Rencana revitalisasi ini muncul setelah proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 yang menjadi puncak sengketa hukum selama 26 tahun antara pemerintah dan PT Indobuildco. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutuskan bahwa lahan dan bangunan di Blok 15 GBK merupakan aset negara yang sah berdasarkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 4/Gelora.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa aset eks Hotel Sultan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

Langkah Strategis Dorong Pariwisata

Rosan menilai potensi pariwisata Indonesia sangat besar, namun masih kalah dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Karena itu, Danantara akan berperan aktif mengidentifikasi destinasi-destinasi baru dan mengembangkan ekosistem pendukung seperti aksesibilitas, logistik, transportasi, kebersihan, dan kenyamanan. 

"Turisme tidak bisa berdiri sendiri. Logistik, kenyamanan, transportasi, aksesibilitas, dan kebersihan harus dipertimbangkan secara holistik," pungkasnya. 

( berbagai sumber)