Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp60,54 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nilai kekayaan tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah namanya ramai diperbincangkan menyusul perubahan struktur pimpinan di BGN.
Data LHKPN menunjukkan total kekayaan Lodewyk mencapai Rp60.540.791.335. Laporan tersebut disampaikan setelah ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN pada periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lodewyk merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat Letnan Jenderal yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN pada 22 Oktober 2024. Sebelum bergabung dengan BGN, ia memiliki karier panjang di lingkungan militer, termasuk pernah menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan dan Asisten Operasi Panglima TNI.
Kekayaan Didominasi Aset Properti
Berdasarkan dokumen LHKPN, sebagian besar kekayaan Lodewyk berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah. Selain itu, ia juga memiliki kendaraan bermotor, surat berharga, kas dan setara kas, serta aset bergerak lainnya yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Besarnya nilai kekayaan tersebut menempatkan Lodewyk sebagai salah satu pejabat negara dengan aset cukup signifikan di lingkungan lembaga yang mengelola program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karier Militer dan Jabatan di BGN
Lahir di Manado, Sulawesi Utara, Lodewyk merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985. Selama karier militernya, ia menempati berbagai posisi strategis sebelum memasuki masa purnatugas. Setelah itu, ia dipercaya bergabung dalam jajaran pimpinan BGN yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Di BGN, Lodewyk membidangi pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan. Ia menjadi salah satu pejabat awal yang mengisi struktur lembaga tersebut sejak dibentuk pemerintah pada 2024.
Sorotan terhadap BGN
Perhatian publik terhadap para pejabat BGN meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring berbagai dinamika yang terjadi di lembaga tersebut. Selain perubahan struktur kepemimpinan, program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah juga terus menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan anggaran negara yang besar.
Meski demikian, hingga saat ini data kekayaan yang dilaporkan Lodewyk melalui LHKPN masih merupakan laporan resmi yang tercatat di KPK dan menjadi bagian dari kewajiban transparansi pejabat negara.
( berbagai sumber)
