![]() |
| Legenda dan mentor di Akademi VR46, Valentino Rossi, bersama anak didiknya Marco Bezzecchi (kanan). (Foto: Crash.net) |
GEBRAK.ID – Dunia MotoGP dikejutkan oleh insiden kontroversial yang melibatkan pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, di Sirkuit Brno, Ceko. Aksi pemukulan terhadap seorang petugas sirkuit (marshal) usai kecelakaan di Sprint Race berbuntut hukuman berat bagi pembalap Aprilia tersebut.
Kini, sang legenda dan mentor di Akademi VR46, Valentino Rossi, buka suara menanggapi tindakan anak didiknya itu. Insiden bermula saat Bezzecchi terjatuh di tikungan 3 pada Sprint Race MotoGP Ceko, Sabtu (20/6/2026). Saat seorang marshal berusaha mengevakuasi motornya, tangan petugas tersebut tanpa sengaja menarik tuas gas, membuat mesin Aprilia RS-GP meraung kencang.
Bezzecchi yang sedang dilanda stres dan frustrasi langsung berlari mendekati motornya untuk menekan tombol kill switch. Namun, dalam rekaman kamera, ia terlihat mendorong dan melayangkan pukulan ke arah wajah marshal tersebut. Bahkan setelah mesin mati, emosinya belum reda, dan ia kembali memukul petugas yang sama.
Rossi Menilai Hukuman Terlalu Berat
Valentino Rossi yang hadir di Brno akhir pekan itu langsung dimintai pendapatnya. Sang "Doktor" mengakui bahwa tindakan Bezzecchi adalah sebuah kesalahan besar, namun ia sama sekali tidak menduga bahwa hukumannya akan sekeras ini.
"Saya rasa Marco bersalah, tapi saya tak mengira kalau dia tak bisa balapan. Tapi ya seperti ini," ucap Rossi dalam wawancara dengan siaran internasional MotoGP, dilansir Crash.net.
Ketidakpercayaan Rossi juga dirasakan oleh CEO Aprilia, Massimo Rivola, yang menganggap hukuman skorsing tidak proporsional dibandingkan pelanggaran serupa di masa lalu.
Penjelasan Korban dan Permintaan Maaf Bezzecchi
Marshal bernama Ladislav yang menjadi korban amukan Bezzecchi akhirnya buka suara. Ia menjelaskan bahwa insiden itu murni kecelakaan teknis, bukan kesengajaan.
"Kemungkinan besar dia (Bezzecchi) mengira saya melakukannya dengan sengaja, tapi itu murni tak sengaja," ujar Ladislav kepada TNT Sport, dikutip dari detikOto.
Ladislav mengaku sempat syok, namun ia memahami situasi sulit yang dialami Bezzecchi saat itu. Atas insiden tersebut, Ladislav juga menerima kunjungan langsung dari Bezzecchi yang meminta maaf secara emosional pada Minggu pagi. Pembalap asal Italia itu bahkan memberikan sarung tangan balap dan kaus tim Aprilia sebagai tanda penyesalan.
Hukuman Tegas dari Steward
Keputusan FIM Stewards menjatuhkan skorsing dari balapan utama MotoGP Ceko kepada Bezzecchi diambil setelah ia dinilai melanggar Pasal 3.3.2.2 tentang tindakan yang "merugikan kepentingan olahraga". Panel banding yang dipimpin Simon Crafar menolak banding Aprilia dan menegaskan bahwa tekanan saat balapan tidak bisa membenarkan agresi fisik terhadap petugas keselamatan yang memiliki peran vital.
Meski sempat mengajukan banding, Aprilia akhirnya menerima keputusan tersebut dan menegaskan tidak akan melanjutkan protes. Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Bezzecchi yang saat ini memuncaki klasemen dengan 180 poin, hanya unggul 15 poin dari Jorge Martin di posisi kedua.
(Sumber: Crash.net)
