Final Indonesia Open 2026 Diprediksi tak Mudah: Jonatan Christie Ungkap Ancaman Besar Victor Lai

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: PBSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memilih tidak terlena dengan status favorit jelang final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026. Meski memiliki pengalaman lebih banyak di level elite dunia, Jonatan menilai calon lawannya asal Kanada, Victor Lai, merupakan sosok yang patut diwaspadai karena memiliki keberanian, kecepatan, dan daya juang tinggi.

Kedua pemain memastikan tiket ke partai puncak setelah meraih kemenangan pada laga semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Jonatan melangkah ke final setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 16-21, 21-10, 21-12. Sementara, Victor Lai mencuri perhatian publik bulu tangkis dunia usai menumbangkan unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen, lewat pertarungan sengit tiga gim 21-19, 19-21, 21-19.

Menurut Jonatan, kemenangan Victor atas Chou menjadi bukti bahwa pemain muda Kanada tersebut memiliki kualitas dan mental bertanding yang tidak bisa dianggap remeh.

“Untuk besok, Victor Lai menjadi pemain muda ketiga yang saya hadapi di turnamen ini setelah Alwi Farhan dan Panitchaphon Teeraratsakul. Pemain-pemain muda sekarang punya skill, ketahanan, dan daya juang yang tinggi,” kata Jonatan seusai pertandingan.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu menilai perkembangan generasi muda tunggal putra dunia saat ini berlangsung sangat cepat. Mereka tidak hanya mengandalkan tenaga dan kecepatan, tetapi juga memiliki keberanian mengambil risiko dalam situasi-situasi penting pertandingan.

“Tadi pertandingan dia melawan Chou Tien Chen juga sangat ketat, dan itu yang perlu saya antisipasi,” ujar pemain peringkat atas Indonesia tersebut.

Victor Lai memang menjadi salah satu kejutan terbesar dalam Indonesia Open tahun ini. Selain berhasil menembus final pertamanya di turnamen level Super 1000, ia juga melakukannya dengan mengalahkan sejumlah pemain yang lebih berpengalaman di level internasional.

Meski demikian, Jonatan menilai ada satu faktor yang masih menjadi pembeda antara pemain muda dan pemain yang sudah lama berada di level tertinggi, yakni pengalaman bertanding.

“Menurut saya faktor paling penting adalah pengalaman. Mereka punya speed, power, semangat, dan keinginan yang sangat besar. Tetapi yang mereka belum punya adalah pengalaman karena baru beberapa tahun berada di top level,” jelas Jonatan.

Jojo juga menyebut sejumlah nama pemain muda yang dinilai memiliki masa depan cerah di sektor tunggal putra dunia, seperti Alwi Farhan, Alex Lanier, Panitchaphon Teeraratsakul, hingga Victor Lai.

“Saya rasa pemain muda sekarang banyak yang bagus, seperti Alwi, Alex Lanier, Panitchaphon, dan Victor Lai. Karena mereka terus ikut bersaing, mereka juga pelan-pelan belajar,” lanjut Jojo.

Menghadapi laga final yang diprediksi berlangsung ketat, Jonatan mengaku akan mempersiapkan diri secara maksimal. Bersama tim pelatih, ia akan mempelajari kembali rekaman pertandingan Victor untuk menyusun strategi yang tepat. “Saya akan coba berdiskusi dengan tim, melihat video lagi, dan mencari strategi yang tepat untuk melawan dia,” katanya.

Di balik persiapan teknis tersebut, Jonatan juga membawa misi besar. Ia berpeluang mengakhiri penantian panjang tunggal putra Indonesia di Indonesia Open. Gelar terakhir sektor ini diraih Simon Santoso pada 2012 sehingga kemenangan di final akan menjadi pencapaian bersejarah bagi bulu tangkis Indonesia.

Meski menyadari besarnya ekspektasi publik, Jonatan memilih fokus menikmati momen dan tampil lepas di hadapan ribuan pendukung yang akan memadati Istora Senayan.

“Saya lebih mau menikmati pertandingan. Pasti ada ekspektasi dan harapan dari masyarakat pencinta bulu tangkis. Harapannya tentu bisa meraih gelar juara,” ujar Jonatan. “Itu juga yang saya sampaikan sejak awal, Indonesia Open menjadi salah satu target saya. Jadi saya ingin berusaha menikmati momen tersebut.”

Partai final Indonesia Open 2026 pun dipastikan menjadi panggung menarik antara pengalaman dan kematangan Jonatan Christie melawan keberanian serta semangat juang tinggi Victor Lai yang tengah menikmati performa terbaiknya.

(Sumber: PBSI)