![]() |
| Gita Wiryawan. ( Foto: itb.ac.id) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, SEMARANG – Pengamat kebijakan sekaligus mantan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengguncang dunia pendidikan dengan usulan radikal: menaikkan gaji guru hingga Rp30 juta per bulan. Langkah ini dinilainya strategis untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang selama ini terhambat oleh rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik.
Usulan tersebut disampaikan Gita dalam talkshow bedah buku What It Takes: Asia Tenggara, dari Tepi Menuju Kesadaran Global dan literasi kebanksentralan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin (22/6/2026) .
Anggaran Setara MBG
Gita memaparkan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 3,5 juta guru dengan rata-rata gaji Rp2,8 juta per bulan. Untuk mewujudkan gaji ideal Rp30 juta, diperlukan anggaran sekitar Rp30 triliun per bulan atau Rp360 triliun per tahun.
"Anggarannya Rp360 triliun setahun. Hampir sama dengan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) setahun. Jadi ini eksperimen yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya .
Guru Bukan Beban, Tapi Aset Bangsa
Rendahnya kesejahteraan guru dinilai menjadi hambatan utama dalam menarik lulusan terbaik ke dunia pendidikan. Dengan gaji yang tidak kompetitif, profesi guru sulit diminati oleh talenta-talenta unggul.
"Kalau saya lulusan Undip, summa cum laude, saya mau mengajar, saya bingung. Saya gimana naruh makanan di atas meja dengan gaji Rp2,8 juta. Begitu saya dapat tawaran dari Danantara gaji Rp35 juta, saya mendingan kerja di Danantara atau di Amazon atau di Google atau di Meta," tegas Gita.
Pernyataan Gita mendapat dukungan dari Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said. Ia menegaskan bahwa guru dan dosen adalah aset bangsa yang harus dimuliakan, bukan dianggap beban negara.
"Guru bukan beban, tapi aset bangsa yang harus dimuliakan. Karena itu saya mendukung gagasan untuk meningkatkan perbaikan kesejahteraan guru dan dosen secara radikal," ujar Sudirman Said dalam Public Lecture bersama Gita di Universitas Harkat Negeri, Tegal, beberapa waktu lalu .
Perbandingan dengan Data Gaji Guru Saat Ini
Berdasarkan data SalaryExpert 2026, rata-rata gaji guru dan instruktur di Indonesia mencapai Rp231 juta per tahun atau sekitar Rp19,2 juta per bulan, dengan bonus tahunan sekitar Rp5 juta . Sementara itu, gaji guru SMP swasta rata-rata mencapai Rp269,9 juta per tahun atau sekitar Rp22,5 juta per bulan.
Data dari Kementerian Agama menunjukkan bahwa tunjangan profesi guru Non-PNS telah dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan pada tahun 2025.Sementara untuk PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, gaji pokok berkisar antara Rp3,2 juta hingga Rp5,4 juta per bulan, tergantung golongan dan kualifikasi pendidikan.
Investasi Jangka Panjang
Gita menilai peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar kebijakan populis, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap kualitas generasi mendatang . Guru yang sejahtera dinilai akan meningkatkan kualitas pengajaran, kemampuan kognitif tenaga pendidik, hingga mendorong demokratisasi ide di lingkungan sekolah.
"Kalau ada pemimpin yang menyadari bahwa investasi di gaji guru itu yang paling mulia, saya rasa lebih optimistis saya terhadap negara Indonesia," pungkasnya.
( berbagai sumber)
