![]() |
| Menteri ESDM Bahlil buka suara soal peluang harga Pertamax turun awal Juli 2026. Penurunan bergantung pada tren harga minyak dunia dan evaluasi pemerintah. (Foto: esdm) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Peluang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax pada awal Juli 2026 masih terbuka. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum memberikan kepastian dan meminta masyarakat menunggu hasil evaluasi pemerintah.
Saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026), Bahlil mengatakan keputusan mengenai harga BBM nonsubsidi akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia secara menyeluruh.
"Kita lihat aja (nanti)," ujar Bahlil saat ditanya mengenai kemungkinan harga Pertamax turun pada pekan depan.
Menurut Bahlil, pemerintah selama lebih dari dua bulan tidak menaikkan harga Pertamax meski harga minyak dunia sempat melonjak akibat ketegangan geopolitik global.
Ia meminta publik melihat kebijakan pemerintah secara berimbang.
"Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu sudah ditanya turun?" kata Bahlil.
Harga minyak dunia mulai melandai
Spekulasi penurunan harga Pertamax menguat setelah harga minyak mentah global kembali bergerak turun dibandingkan puncaknya beberapa pekan lalu.
Pada perdagangan terbaru, harga minyak Brent berada di kisaran US$72,57 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) sekitar US$70,11 per barel. Level tersebut jauh lebih rendah dibandingkan saat gejolak geopolitik di Timur Tengah sempat mendorong harga minyak melonjak tajam.
Penurunan harga minyak dunia dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme keekonomian.
Pertamina buka peluang evaluasi harga
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menyatakan harga BBM nonsubsidi dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan juga membuka peluang penyesuaian harga apabila tren penurunan harga minyak mentah terus berlanjut. Namun keputusan tetap menunggu hasil evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Pertamax sempat naik signifikan
Sebagai informasi, pemerintah bersama badan usaha sebelumnya menaikkan harga Pertamax mulai 10 Juni 2026 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut dilakukan setelah harga minyak dunia meningkat tajam akibat konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi global.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga BBM nonsubsidi untuk periode awal Juli 2026. Pemerintah masih memantau perkembangan harga minyak internasional sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga Pertamax.
(berbagai sumber)
