Hemat Listrik di Musim Panas: Rahasia Mengatur Suhu AC dan Trik Kombinasi Kipas Angin

Memasuki musim panas, penggunaan AC atau pendingin ruangan menjadi kebutuhan primer bagi banyak rumah tangga di Indonesia. ( Foto:Gebrak.id) 


Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA– Memasuki puncak musim panas di tahun 2026, penggunaan AC atau pendingin ruangan menjadi kebutuhan primer bagi banyak rumah tangga di Indonesia. Namun, kenyamanan ini kerap dibayar mahal dengan melonjaknya tagihan listrik. Menggabungkan AC dengan kipas angin menjadi solusi cerdas yang direkomendasikan oleh para pakar.

Dilansir dari VTV.vn, penggunaan kipas angin yang dipadukan dengan AC dapat secara signifikan mengurangi konsumsi listrik. Kipas angin tidak benar-benar menurunkan suhu udara, tetapi menciptakan aliran udara yang membuat kulit terasa lebih sejuk.

Badan Departemen Energi AS menyatakan bahwa penggunaan kipas angin langit-langit memungkinkan pengguna menaikkan setelan AC hingga 4 derajat Fahrenheit (sekitar 2 derajat Celsius) tanpa mengurangi kenyamanan .

"Daripada menyetel AC di 23-24 derajat Celcius, pengguna dapat menaikkannya menjadi sekitar 27-28 derajat Celcius sambil menyalakan kipas. Ini membantu mendistribusikan udara dingin secara merata dan mengurangi waktu kerja kompresor, komponen paling boros listrik," tulis laporan tersebut .

Suhu Ideal dan Perawatan Rutin

Selain trik kombinasi dengan kipas, pakar kelistrikan Toto, menyarankan agar suhu AC diatur pada kisaran 22-26 derajat Celcius, dengan suhu paling ideal berada di 24 derajat Celcius . Suhu ini sesuai dengan kenyamanan tubuh manusia (sekitar 36.37 derajat Celcius) dan suhu luar di kota besar (rata-rata 34 derajat Celcius) .

Perawatan rutin juga menjadi kunci utama. Filter yang kotor menghambat aliran udara dan memaksa mesin bekerja ekstra keras.

Para ahli menyarankan pembersihan filter AC minimal seminggu sekali atau setiap 1-3 bulan untuk menjaga performa optimal . Departemen Energi AS juga mengingatkan agar tidak meletakkan lampu atau televisi di dekat termostat AC, karena panas yang dipancarkan dapat menyebabkan AC bekerja lebih lama dari yang seharusnya .

Waspada "Vampire Power" dan Pilih AC Inverter

Peningkatan penggunaan listrik saat panas juga sering disebabkan oleh "Vampire Power" atau daya listrik yang terus terpakai meski perangkat dalam keadaan standby. Mencabut colokan charger, TV, atau dispenser yang tidak digunakan dapat membantu menekan tagihan .

Bagi masyarakat yang berencana membeli unit baru, teknologi AC Inverter menjadi rekomendasi utama. AC jenis ini dinilai lebih efisien karena kompresor tidak mati-hidup secara konstan, melainkan melambat saat suhu tercapai, sehingga menghemat listrik hingga 30-70 persen .

Meskipun harga belinya lebih mahal dibanding AC konvensional murah yang harganya mulai dari Rp2,2 juta hingga Rp3,8 juta , investasi pada AC inverter atau AC split dinilai lebih hemat dalam jangka panjang .

Suhu ekstrem memicu lonjakan tagihan. Namun, dengan mengatur suhu di 24-26 derajat Celsius, memastikan ruangan tertutup rapat, dan menggunakan timer, pengeluaran listrik tetap terkendali. 

Organisasi Ketenagalistrikan Internasional (IEA) memperingatkan bahwa tanpa efisiensi energi, permintaan listrik untuk pendinginan global bisa meningkat tiga kali lipat pada 2050 . Oleh karena itu, langkah hemat energi saat ini bukan hanya menguntungkan dompet pribadi, tetapi juga berkontribusi mengurangi beban jaringan listrik nasional.

( berbagai sumber)