Editor: Damar Pratama
Para pemain timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026. (Foto: X/WorlCup26HQ)
GEBRAK.ID – Pelatih Timnas Korea Selatan (Korsel) Hong Myung-bo mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan timnya dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Usai pertandingan, pelatih berusia 57 tahun itu secara terbuka mengakui bahwa strategi yang diterapkannya tidak berjalan sesuai rencana dan menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Taeguk Warriors.
Korea Selatan harus menyerah 0-1 dari Afrika Selatan dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026) WIB. Hasil tersebut membuat peluang Son Heung-min dan kawan-kawan untuk melaju ke babak 32 besar berada di ujung tanduk.
Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Thapelo Maseko pada menit ke-63. Gol itu tidak hanya memastikan kemenangan Afrika Selatan, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi negara tersebut dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hong tidak mencari alasan atas kegagalan timnya meraih hasil positif. Ia justru menilai keputusan taktis yang dibuat sebelum dan selama pertandingan menjadi faktor utama yang membuat Korea Selatan kehilangan kendali permainan.
"Dalam panggung sebesar ini, pelatih kepala bertanggung jawab atas seluruh hasil," kata Hong Myung-bo seperti dikutip dari FIFA.
Mantan kapten Timnas Korea Selatan itu menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan pemain maupun faktor eksternal lainnya. Menurutnya, tanggung jawab sepenuhnya berada di kursi pelatih.
"Saya harus menerima hasil ini. Jika melihat jalannya pertandingan, ada beberapa keputusan yang tidak berjalan sesuai harapan. Itu menjadi tanggung jawab saya," ujarnya.
Bantah Isu Keracunan Makanan
Dalam kesempatan yang sama, Hong juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kondisi skuad Korea Selatan menjelang pertandingan.
Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa sejumlah pemain mengalami gangguan kesehatan akibat keracunan makanan yang diduga memengaruhi performa tim di lapangan. Namun, Hong memastikan kabar tersebut tidak benar.
Hong menegaskan tidak ada masalah kesehatan yang cukup signifikan untuk dijadikan alasan atas kekalahan dari Afrika Selatan. "Tidak ada alasan lain. Kami kalah karena tidak bermain cukup baik dan saya harus bertanggung jawab atas hal itu," katanya.
Nasib Korsel Masih Bergantung Hasil Grup Lain
Kekalahan tersebut membuat Korea Selatan gagal mengamankan tiket otomatis ke fase gugur. Kini, Taeguk Warriors harus menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui apakah mereka masih memiliki peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Format Piala Dunia 2026 yang melibatkan lebih banyak peserta memang memberikan kesempatan tambahan bagi sejumlah tim untuk melanjutkan perjalanan ke babak 32 besar. Namun, peluang Korea Selatan kini sangat bergantung pada hasil tim-tim lain di Grup E, H, I, dan J.
Situasi ini tentu jauh dari harapan publik sepak bola Korea Selatan yang datang ke turnamen dengan target menembus fase gugur dan mengulang pencapaian mereka pada edisi-edisi sebelumnya.
Afrika Selatan Ukir Sejarah
Di sisi lain, kemenangan atas Korea Selatan menjadi malam yang bersejarah bagi Afrika Selatan.
Tim berjuluk Bafana Bafana berhasil mencatatkan pencapaian terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia dengan melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Penampilan disiplin dan organisasi permainan yang solid menjadi kunci keberhasilan Afrika Selatan menahan gempuran Korea Selatan sepanjang pertandingan sebelum akhirnya mencuri gol kemenangan melalui Thapelo Maseko.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti perkembangan sepak bola Afrika Selatan yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan di level internasional.
Sementara itu, Korea Selatan kini hanya bisa berharap hasil dari grup lain berpihak kepada mereka. Jika gagal lolos, maka kekalahan dari Afrika Selatan akan menjadi salah satu hasil paling mengecewakan dalam perjalanan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)