![]() |
| Ilustrasi Bandara Narita Jepang. ( Foto: ist) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID,TOKYO – Jepang membatalkan lebih dari 100 penerbangan setelah dua badai tropis, Mekkhala dan Higos, bergerak mendekati wilayah kepulauan tersebut pada Jumat (26/6/2026). Kondisi cuaca ekstrem juga memicu peringatan banjir, tanah longsor, hingga imbauan evakuasi bagi warga di sejumlah daerah.
Maskapai Japan Airlines (JAL) membatalkan sekitar 70 penerbangan dari dan menuju Okinawa serta Kagoshima. Sementara All Nippon Airways (ANA) membatalkan sekitar 50 penerbangan di rute yang sama sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penumpang.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan badai tropis Mekkhala, yang sebelumnya berstatus topan, bergerak ke arah timur laut setelah melewati wilayah selatan Jepang. Di saat bersamaan, badai tropis Higos juga bergerak mendekati pesisir timur Jepang sehingga meningkatkan intensitas hujan di berbagai wilayah.
Ancaman banjir dan longsor
Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan evakuasi di sejumlah wilayah, termasuk Kyoto dan Osaka, menyusul meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Rekaman media lokal memperlihatkan sejumlah sungai meluap, sementara otoritas meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan segera berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang, puluhan rumah di Prefektur Nara dan Hiroshima terdampak banjir. Seorang warga di Nara juga dilaporkan mengalami luka setelah terjatuh ke saluran air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Gangguan transportasi meluas
Tidak hanya penerbangan, cuaca buruk juga mengganggu operasional transportasi darat. Sejumlah layanan kereta mengalami penundaan maupun pembatalan, termasuk adanya potensi gangguan pada jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo, Nagoya, dan Osaka selama akhir pekan.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang juga melaporkan beberapa jalan tol ditutup sementara akibat banjir dan longsor.
Industri ikut terdampak
Dampak cuaca ekstrem turut dirasakan sektor industri. Produsen otomotif Toyota sempat menghentikan operasional pabriknya di Kyushu karena akses jalan terputus akibat hujan deras. Nissan juga dikabarkan menghentikan sementara sebagian lini produksinya sebagai langkah antisipasi.
Warga diminta waspada
JMA memperingatkan bahwa kombinasi badai tropis Mekkhala, Higos, dan front hujan musiman berpotensi memperpanjang hujan lebat hingga akhir pekan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir bandang, longsor, luapan sungai, serta gangguan transportasi di wilayah Jepang bagian barat hingga timur.
Otoritas mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengikuti instruksi evakuasi apabila situasi memburuk.
(berbagai sumber)
