![]() |
| Gedung pelayanan kanker terpadu RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou, Manado, Sulawesi Utara. (Foto: dok. Hutama Karya) |
GEBRAK.ID; Manado – Kabar baik bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur. PT Hutama Karya (Persero) mencatat progres pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara, telah mencapai 97,11 persen. Gedung setinggi 11 lantai dengan satu basement ini ditargetkan rampung pada September 2026.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu pusat layanan kanker terpadu terbesar di kawasan tersebut, sekaligus menjawab kebutuhan akses layanan kanker yang modern dan terintegrasi bagi masyarakat di luar Pulau Jawa. Selama ini, banyak pasien kanker dari Sulawesi dan sekitarnya harus dirujuk ke Pulau Jawa untuk mendapatkan pengobatan layak.
Fasilitas Modern dan Kapasitas Besar
Dibangun di atas lahan seluas 21.734 meter persegi, gedung ini memiliki kapasitas 147 tempat tidur dan dirancang untuk mendukung pelayanan onkologi secara menyeluruh, mulai dari kemoterapi, radioterapi, hingga bedah onkologi.
Rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan berbagai teknologi medis modern, seperti Linear Accelerator (LINAC) dan CT-Simulator yang berperan penting dalam mendukung ketepatan diagnosis serta efektivitas terapi bagi pasien kanker.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas di Indonesia.
"Hutama Karya meyakini bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui percepatan penyelesaian Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Kandou, kami berharap fasilitas ini dapat segera beroperasi dan memberikan akses layanan kanker yang lebih modern, komprehensif, dan mudah dijangkau oleh masyarakat di Sulawesi Utara maupun kawasan Indonesia Timur," ujar Hamdani.
Teknologi Konstruksi dan Ketenagakerjaan
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan sistem manajemen proyek digital untuk mendukung kualitas konstruksi dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Perusahaan juga memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara menyeluruh di area proyek.
Proyek strategis dengan total anggaran mencapai Rp 537 miliar ini juga membuka lapangan pekerjaan signifikan bagi masyarakat setempat. Hutama Karya mencatat penyerapan tenaga kerja dan supplier lokal mencapai hingga 80 persen.
Rujukan Utama Onkologi di Kawasan Timur
Ke depan, Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou diharapkan menjadi pusat rujukan layanan kanker bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur. Fasilitas ini akan memperkuat peran RSUP Kandou yang saat ini telah melayani sekitar 3.000 kasus kanker, dengan rinciian kanker serviks (865 kasus), kanker payudara (588 kasus), leukemia (494 kasus), dan kanker saluran cerna (276 kasus).
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, menyebut pembangunan ini sebagai langkah strategis dan visioner untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
"Pembangunan gedung tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud komitmen negara dalam menghadirkan keadilan layanan kesehatan," ujar Gubernur YSK.
Dengan hadirnya pusat kanker terpadu ini, masyarakat Indonesia Timur tidak perlu lagi bepergian jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan pengobatan kanker yang komprehensif dan berteknologi canggih.
(berbagai sumber)
