Editor: Damar Pratama
Mekanik sedang memeriksakan kondisi pengereman kendaraan. (Foto ilustrasi: Suzuki)
JAKARTA – Banyak pemilik mobil hanya fokus mengganti oli atau komponen yang cepat aus, tetapi sering mengabaikan komponen slow moving atau komponen dengan usia pakai panjang. Padahal, kondisi komponen-komponen ini sangat menentukan keselamatan, kenyamanan, hingga performa kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Meski memiliki masa pakai yang relatif lama, komponen slow moving tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala. Tanpa perawatan yang tepat, kerusakan dapat muncul secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Melalui laman resminya, Jumat (20/6/2026), Mitsubishi Motors Indonesia mengingatkan pentingnya melakukan inspeksi rutin terhadap sejumlah komponen tersebut, terutama saat servis berkala di bengkel resmi.
Berikut beberapa komponen slow moving yang wajib mendapat perhatian pemilik kendaraan.
1. Ban, penopang utama keselamatan
Ban merupakan satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Selain menopang beban kendaraan, ban juga berfungsi menjaga kestabilan, membantu pengereman, dan mengendalikan arah mobil.
Umumnya ban dapat digunakan hingga dua tahun atau lebih, tergantung cara berkendara, kondisi jalan, serta perawatannya. Karena itu, pemeriksaan kondisi tapak, dinding ban, hingga tekanan angin perlu dilakukan secara rutin.
"Pada komponen slow moving, perawatan dapat dilakukan melalui pengecekan visual. Pada ban, misalnya, pemilik bisa melihat kondisi tapak dan dinding ban untuk memastikan masih layak digunakan," tulis Mitsubishi.
Apabila permukaan ban mulai aus tidak merata, muncul retakan, benjolan, atau kedalaman alur sudah melewati batas indikator keausan, sebaiknya ban segera diganti demi menjaga keselamatan.
2. Kaki-kaki menentukan kenyamanan berkendara
Sistem kaki-kaki juga termasuk komponen yang memiliki usia pakai panjang. Meski demikian, kondisinya harus tetap dipantau karena berpengaruh terhadap stabilitas kendaraan.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat kondisi karet bushing, ball joint, maupun komponen suspensi lainnya. Bila terdapat robekan atau kerusakan, komponen tersebut perlu segera diganti.
Pengemudi juga perlu waspada apabila mulai terdengar bunyi aneh dari bawah mobil atau muncul guncangan berlebihan saat melewati jalan bergelombang. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem suspensi.
Secara umum, Mitsubishi menyarankan pemeriksaan kaki-kaki setiap 20.000 kilometer atau lebih cepat apabila muncul keluhan saat berkendara.
3. Kopling jangan diabaikan
Bagi kendaraan bertransmisi manual, kopling merupakan komponen vital yang bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda.
Kerusakan pada kopling biasanya ditandai dengan perpindahan gigi yang terasa berat, pedal kopling tidak normal, atau muncul gejala selip saat berakselerasi.
Jika dibiarkan, kerusakan kopling dapat membuat kendaraan sulit dijalankan dan berujung pada biaya perbaikan yang lebih besar.
4. Lampu kendaraan wajib selalu berfungsi
Lampu sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan, terutama saat berkendara pada malam hari atau ketika cuaca buruk.
Pastikan seluruh lampu, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu sein, hingga lampu mundur berfungsi normal. Bila ada bohlam yang mulai redup atau mati, segera lakukan penggantian.
5. Lakukan servis berkala sesuai jadwal
Selain melakukan pemeriksaan mandiri, Mitsubishi mengimbau pemilik kendaraan tetap menjalankan servis berkala sesuai jadwal yang tercantum dalam buku manual.
Melalui pemeriksaan rutin, teknisi dapat mendeteksi lebih dini adanya penurunan fungsi komponen sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Langkah preventif ini tidak hanya memperpanjang usia pakai kendaraan, tetapi juga membantu menjaga kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan selama perjalanan.
(Sumber: Mitsubishi Motors Indonesia)