Jembatan Kaca Bromo Siap Dibuka Akhir Juni 2026, Jadi Magnet Baru Wisata Libur Sekolah

Jembatan Kaca Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 bertepatan dengan musim libur sekolah. (Foto:pemprov.jatim.go.id) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; PROBOLINGGO – Kabar gembira bagi para pencinta wisata alam. Jembatan Kaca Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 bertepatan dengan musim libur sekolah.

Kepastian tersebut menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sebagai pemilik aset dengan CV Sinergi Permata Semesta yang dipercaya sebagai pengelola objek wisata tersebut.

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas wisata alam sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung.

Perjanjian pemanfaatan aset negara itu berlaku selama lima tahun, mulai 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031. Aset yang disewakan meliputi area jembatan kaca seluas 2.429 meter persegi, shuttle area beserta sarana pendukung seluas 791 meter persegi, serta jembatan pejalan kaki berstruktur lantai kaca seluas 360 meter persegi.

Jembatan Kaca Bromo menjadi salah satu ikon wisata baru di kawasan Seruni Point. Memiliki panjang sekitar 120 meter, lebar 1,8 meter, dan berada pada ketinggian 80 hingga 100 meter di atas permukaan tanah, fasilitas ini menawarkan sensasi berjalan di atas lantai kaca dengan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru.

Pengelola juga memastikan berbagai persiapan akan dilakukan sebelum pembukaan resmi, termasuk inspeksi menyeluruh dan perawatan praoperasional. Seluruh proses akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) guna menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan.

Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, menyatakan pihaknya telah memiliki pengalaman mengoperasikan destinasi serupa di Kemuning Sky Hills, Jawa Tengah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan wisata yang aman dan nyaman.

Selain mengutamakan aspek keselamatan, pengelola juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan kawasan konservasi dengan melibatkan masyarakat sekitar. Pemberdayaan sumber daya manusia lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Bromo menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi.

Pengoperasian Jembatan Kaca Bromo merupakan tindak lanjut penyerahan pengelolaan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025. Infrastruktur ini dibangun untuk memperkuat daya tarik Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru.

Dengan dibukanya jembatan kaca tersebut, pemerintah dan pengelola berharap jumlah kunjungan wisatawan meningkat selama musim libur sekolah, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo tanpa mengabaikan prinsip konservasi alam.

Keberadaan Jembatan Kaca Bromo diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Jawa Timur yang menawarkan pengalaman menikmati panorama pegunungan dari sudut pandang berbeda, sekaligus memperkaya pilihan wisata di kawasan Bromo yang selama ini dikenal dengan lautan pasir, kawah aktif, dan momen matahari terbitnya yang mendunia.

(berbagai sumber)