Editor: Damar Pratama
Pemain sayap Timnas Belgia Jeremy Doku. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Keputusan winger Timnas Belgia Jeremy Doku yang berencana meninggalkan kamp tim untuk mendampingi sang istri melahirkan memicu perdebatan di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026. Di satu sisi, langkah tersebut dipuji sebagai bentuk tanggung jawab keluarga, namun di sisi lain dianggap mengurangi komitmen terhadap tim nasional.
Doku mengungkapkan bahwa istrinya, Shireen, diperkirakan melahirkan anak pertama mereka pada pekan kedua Juli 2026. Waktu tersebut bertepatan dengan fase perempat final Piala Dunia, apabila Belgia berhasil melaju sejauh itu.
Pemain berusia 24 tahun tersebut mengaku telah berdiskusi dengan pelatih Rudi Garcia serta Federasi Sepak Bola Belgia mengenai kemungkinan izin untuk terbang ke Manchester, Inggris, demi mendampingi proses persalinan.
Bagi Doku, kelahiran anak pertama merupakan momen yang hanya terjadi sekali dalam hidup sehingga ia berharap bisa hadir secara langsung.
"Ini anak pertama saya, jadi saya tentunya ingin ada di sana," ujar Doku seperti dikutip Reuters, Minggu (21/6/2026).
Doku juga menyadari keputusan tersebut tidak sederhana mengingat dirinya tengah membela negaranya di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
"Jika Anda bertanya apa mau saya, jelas tidak ada satupun orang yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya. Tapi, saya juga tahu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan di sepak bola. Saya tahu federasi mendukung penuh pemain dan memahami situasinya. Kita lihat seperti apa nanti," jelas Doku.
Namun, pernyataan Doku justru memancing kritik dari sejumlah kalangan di Belgia dan Prancis. Salah satu komentar paling keras datang dari presenter L'Equipe, Pierron, yang menilai rencana tersebut sebagai sikap yang tidak profesional.
Menurut Doku, seorang pemain seharusnya mengutamakan tugas negara selama Piala Dunia berlangsung.
"Ayah itu tidak punya peran apa-apa saat melahirkan. Anda bukan yang memotong tali pusar; Anda tidak bisa melewatkan Piala Dunia begitu saja," kata Pierron.
Komentar tersebut langsung menuai respons dari mantan petinju Prancis yang menjadi bintang tamu dalam acara yang sama. Ia justru membela keputusan Doku dan menilai keluarga memiliki nilai yang tidak kalah penting dibanding karier olahraga.
"Bayi itu ada sepanjang hidup. Sementara Piala Dunia selesai ketika memang sudah selesai," ujarnya.
Perdebatan ini kembali memunculkan diskusi mengenai keseimbangan antara profesionalisme atlet dan kehidupan pribadi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah klub dan federasi sepak bola mulai memberikan ruang lebih besar kepada pemain untuk menjalankan peran mereka sebagai anggota keluarga tanpa mengesampingkan tanggung jawab di lapangan.
(Sumber: Reuters)