Editor: Devona R
Penyiar senior Televisi Republik Indonesia (TVRI) Teddy Resmi Sari. (Foto: Dokumentasi pribadi Audy Mirza Alwi)
JAKARTA – Dunia penyiaran Indonesia kehilangan salah satu sosok penting yang turut membangun sejarah televisi nasional. Penyiar senior TVRI, Teddy Resmi Sari, meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026) di kediamannya di Tangerang Selatan dalam usia 90 tahun.
Kepergian perempuan yang akrab disapa "Kak Teddy" itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta insan penyiaran Tanah Air. Teddy dikenal sebagai bagian dari generasi awal penyiar radio dan televisi Indonesia yang ikut mewarnai perkembangan dunia komunikasi nasional sejak masa-masa awal kemerdekaan.
Nama Teddy Resmi Sari begitu lekat di ingatan masyarakat, terutama melalui program-program legendaris TVRI seperti Cerdas Cermat dan Panorama Remaja yang sangat populer pada era 1970-an. Selain tampil sebagai penyiar dan pembaca berita, ia juga dikenal aktif sebagai produser serta penulis naskah berbagai program televisi.
Perjalanan karier Teddy dimulai dari Radio Republik Indonesia (RRI) sebelum kemudian bergabung dengan TVRI pada masa awal berdirinya stasiun televisi pertama di Indonesia tersebut. Dedikasinya selama puluhan tahun menjadikan dirinya salah satu figur yang dihormati di dunia penyiaran nasional.
Putri ketiganya, Audy Mirza Alwi, mengenang sang ibu sebagai pribadi yang penuh perhatian, pekerja keras, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
"Mama adalah sosok ibu yang murah hati, membantu meringankan kesusahan orang lain. Di lain pihak dia juga ibu yang sibuk dengan pekerjaannya, bahkan sampai bisa menulis sebuah buku di tengah kesibukannya itu," ujar Audy.
Menurut Audy, meski memiliki aktivitas yang padat sebagai insan media, Teddy tetap memberikan perhatian besar terhadap pendidikan dan masa depan anak-anaknya. "Meskipun begitu Alhamdulillah kami anak-anak bisa selesai pendidikan hingga berkeluarga," tuturnya.
Teddy juga dikenal sebagai sosok yang terus mengikuti perkembangan dunia komunikasi hingga usia lanjut. Semangat belajarnya tidak pernah surut meski telah lama meninggalkan aktivitas rutin di layar kaca.
Selain meninggalkan jejak panjang dalam dunia penyiaran, Teddy juga merupakan putri dari sastrawan ternama Indonesia, Sanusi Pane. Latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan dan kebudayaan turut membentuk karakter intelektualnya selama berkiprah di dunia media.
Dalam beberapa tahun terakhir, Teddy tinggal bersama putri bungsunya di Tangerang Selatan. Almarhumah meninggalkan dua putri dan dua putra yang seluruhnya telah berkeluarga.
Jenazah Teddy Resmi Sari dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam RW 07 Kampung Tipar, Cimanggis, Depok.
Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan salah satu pionir penyiaran Indonesia, namun dedikasi dan kontribusinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan radio dan televisi nasional.
(Sumber: Antara)