Kartu JakLingko Hitam vs Biru, Mana Lebih Untung? Ini Perbedaan dan Cara Dapat Tarif Transportasi Maksimal Rp10.000

Kartu Jaklingko hitam dan biru, meski sama-sama membawa merek JakLingko, kedua kartu memiliki fungsi yang berbeda. (Foto: Gebrak.id) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – Masyarakat yang rutin menggunakan transportasi umum di Jakarta kini memiliki cara untuk menekan biaya perjalanan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penggunaan kartu JakLingko berwarna hitam karena memungkinkan penumpang menikmati tarif integrasi antarmoda dengan biaya maksimal hanya Rp10.000 dalam satu perjalanan terintegrasi. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa kartu JakLingko hitam dirancang khusus untuk mendukung sistem integrasi transportasi publik. Kartu tersebut dapat digunakan untuk mengakses layanan Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga KRL Commuter Line dalam satu ekosistem perjalanan yang terhubung. 

Menurut Budi, pengguna kartu JakLingko hitam bisa memperoleh manfaat tarif integrasi multimoda dengan batas biaya perjalanan maksimal Rp10.000. Kebijakan ini dinilai semakin penting di tengah rencana penyesuaian tarif sejumlah layanan transportasi Transjabodetabek. 

Apa Bedanya Kartu JakLingko Hitam dan Biru?

Meski sama-sama membawa merek JakLingko, kedua kartu memiliki fungsi yang berbeda.

1. Kartu JakLingko Hitam

Kartu berwarna hitam merupakan kartu berbasis sistem integrasi transportasi yang mendukung skema tarif multimoda. Pengguna dapat berpindah moda transportasi tanpa harus membayar tarif penuh di setiap perpindahan selama masih dalam ketentuan integrasi yang berlaku. Tarif perjalanan terintegrasi dibatasi maksimal Rp10.000 dalam periode perjalanan tertentu. 

Selain itu, kartu ini telah mendukung sistem Account Based Ticketing (ABT) yang memungkinkan identitas dan saldo pengguna terhubung dengan akun digital. Jika kartu fisik hilang, data pengguna tetap tersimpan dalam sistem dan dapat diakses kembali melalui aplikasi JakLingko. 

2. Kartu JakLingko Biru

Sementara itu, kartu JakLingko berwarna biru merupakan kartu uang elektronik hasil kerja sama dengan sejumlah bank, yaitu BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan Bank DKI. Fungsi utamanya sebagai alat pembayaran elektronik untuk transportasi maupun transaksi lainnya sesuai fitur masing-masing bank penerbit. 

Kartu ini tetap dapat digunakan untuk naik transportasi umum, namun tidak seluruhnya memberikan manfaat tarif integrasi multimoda seperti yang ditawarkan kartu JakLingko hitam berbasis ABT. 

Cara Mendapatkan Kartu JakLingko

Masyarakat dapat membeli kartu JakLingko melalui mesin penjual otomatis (vending machine) yang tersedia di sejumlah halte Transjakarta serta stasiun MRT dan LRT Jakarta. Tidak ada persyaratan khusus untuk memilikinya dan pengguna dari luar Jakarta juga dapat membeli kartu tersebut. 

Dorong Penggunaan Transportasi Publik

Pemprov DKI Jakarta menilai perluasan penggunaan kartu integrasi menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Dengan biaya perjalanan yang lebih terkendali dan kemudahan berpindah moda, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan angkutan massal sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. 

Ke depan, sistem ABT juga membuka peluang penerapan tarif khusus bagi kelompok tertentu seperti pelajar, lansia, dan kategori pengguna lainnya melalui identifikasi otomatis pada akun pengguna. 

Dengan demikian, bagi pengguna yang sering berganti moda antara Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL dalam satu perjalanan, kartu JakLingko hitam dinilai menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dibanding kartu JakLingko biru karena menawarkan skema tarif integrasi yang dapat memangkas biaya transportasi harian. 

( berbagai sumber)