Kolaborasi Kemnaker-GoTo di Bandung Ajak Pelaku Kuliner Naik Kelas di Era Digital

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, memberikan sambutan dalam program peningkatan literasi digital bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sektor kuliner di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6/2026). (Foto: Humas Kemnaker)
Editor: Yogi Ardhi

GEBRAK.ID; BANDUNG – Transformasi digital kini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha kuliner skala kecil dan mandiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dalam program peningkatan literasi digital bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sektor kuliner di Bandung, Jawa Barat.

Program yang digelar melalui Talent & Innovation Hub (TIH) Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BBPVP Bandung dan GoTo terkait pelaksanaan program upskilling literasi digital bagi pelaku usaha kuliner.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

“Kegiatan ini merupakan contoh nyata kolaborasi strategis antara pemerintah dan industri digital nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujar Cris dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kerja sama ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) telah menjalin berbagai program bersama GoTo untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja mandiri sekaligus memperkuat perlindungan pekerja sektor informal.

Salah satu program yang mendapat respons positif adalah pelatihan Maju Bersama GoFood, yang membantu pelaku usaha kuliner memahami strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha berbasis aplikasi, hingga optimalisasi layanan kepada pelanggan.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta didorong untuk lebih adaptif terhadap perubahan pola bisnis yang kini semakin terkoneksi dengan platform digital. Kemampuan memanfaatkan teknologi dinilai menjadi faktor penting agar usaha kecil dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Cris menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata implementasi kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan tenaga kerja mandiri.

“Hadirnya program ini menunjukkan bagaimana kebijakan di tingkat pusat dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Cris.

Selain memberikan peningkatan keterampilan, Talent & Innovation Hub juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, industri, komunitas, pelaku usaha, dan talenta digital dalam satu ekosistem inovasi. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan peluang untuk terhubung dengan ekosistem digital yang dapat mendukung pengembangan usaha mereka.

Di tengah meningkatnya penetrasi teknologi dalam berbagai sektor ekonomi, penguatan literasi digital bagi pelaku usaha kuliner dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan usaha yang lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.

(Sumber: Biro Humas Kemnaker)