![]() |
| Ilustrasi oleh-oleh haji. ( Foto: istimewa) |
GEBRAK.ID;MAKKAH – Jemaah haji Indonesia tahun 2026 yang bersiap pulang ke Tanah Air diingatkan agar tidak membawa barang bawaan melebihi batas yang telah ditentukan. Pasalnya, koper yang kelebihan muatan berisiko dibongkar oleh petugas, dan sebagian barang di dalamnya bisa dikeluarkan sebelum diberangkatkan ke bandara.
Peringatan ini disampaikan seiring dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Proses penimbangan koper telah dilakukan di sejumlah hotel pemondokan di Makkah untuk memastikan seluruh bagasi memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Menurut Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, serta tas dokumen pribadi. Jika berat koper melebihi ketentuan tersebut, jemaah wajib mengurangi isi koper terlebih dahulu.
"Barang yang membuat koper melebihi batas akan dikeluarkan saat proses penimbangan maupun pemeriksaan keamanan," demikian penjelasan yang disampaikan petugas kepada jemaah.
Oleh-oleh Berlebihan Jadi Penyebab Utama
Petugas menemukan banyak jemaah membawa oleh-oleh dalam jumlah besar menjelang kepulangan. Berbagai barang seperti pakaian, sajadah, makanan khas Arab Saudi, hingga suvenir keluarga sering membuat berat koper melampaui batas yang ditetapkan maskapai.
Kondisi serupa juga pernah terjadi pada musim haji sebelumnya. Sejumlah jemaah terpaksa meninggalkan barang bawaan mereka di bandara karena tidak lolos pemeriksaan keamanan dan melebihi kapasitas yang diizinkan.
Air Zamzam Dalam Koper Bisa Disita
Selain masalah berat bagasi, petugas juga menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam yang ditemukan saat pemeriksaan akan disita karena berpotensi mengganggu sistem keamanan dan penanganan bagasi pesawat.
Jemaah tidak perlu memasukkan zamzam ke koper karena distribusi air zamzam untuk jemaah Indonesia telah diatur secara terpisah melalui mekanisme resmi pemerintah dan penyelenggara haji.
Barang Terlarang yang Wajib Dihindari
Selain zamzam, petugas mengingatkan agar jemaah tidak membawa sejumlah barang yang dilarang dalam penerbangan, antara lain:
Aerosol dan bahan mudah terbakar.
Korek api.
Senjata mainan.
Benda tajam tertentu.
Cairan dalam jumlah berlebihan di kabin.
Aturan tersebut diterapkan demi menjaga keselamatan penerbangan dan memperlancar proses kepulangan ribuan jemaah haji Indonesia.
Imbauan untuk Jemaah Haji
Petugas mengimbau seluruh jemaah agar menimbang koper sebelum jadwal keberangkatan dan memprioritaskan barang-barang penting. Oleh-oleh sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas bagasi agar tidak menimbulkan masalah saat pemeriksaan akhir.
Dengan mematuhi ketentuan bagasi, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi ke Indonesia dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman tanpa harus kehilangan barang bawaan akibat kelebihan muatan.
(berbagai sumber)
