Editor: A. Rayyan K
Tim pemerintah setempat melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, Kamis (25/6/2026). (Foto: Anadolu Agency/Diko Betancourt)
GEBRAK.ID – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (26/6/2026), otoritas setempat melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang melanda wilayah utara negara tersebut.
Data terbaru itu disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional. Ia mengungkapkan bahwa proses pencarian korban masih berlangsung sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.
"Gempa ganda yang terjadi di pesisir utara Venezuela telah menyebabkan kerusakan yang sangat parah, terutama di negara bagian La Guaira yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar," ujar Rodríguez.
Selain menelan korban jiwa, gempa berkekuatan besar itu juga meluluhlantakkan ratusan bangunan dan memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Ratusan Bangunan Rusak, Ribuan Warga Mengungsi
Rodríguez menjelaskan sedikitnya 383 bangunan mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu aktivitas masyarakat serta infrastruktur penting di wilayah terdampak.
Akibat kerusakan tersebut, sebanyak 3.007 warga harus dievakuasi dan kini tinggal di berbagai tempat penampungan sementara maupun rumah sakit lapangan yang didirikan pemerintah.
Pemerintah Venezuela bersama berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari layanan kesehatan, makanan, hingga tempat tinggal darurat.
Di saat bersamaan, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu mencari kemungkinan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Operasi pencarian juga mendapat dukungan dari personel pencarian dan penyelamatan internasional yang diterjunkan untuk mempercepat evakuasi di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau.
Warga Diminta Hindari La Guaira
Dalam keterangannya, Rodríguez turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan menuju negara bagian La Guaira selama proses tanggap darurat berlangsung.
Menurutnya, arus kendaraan yang meningkat justru menyebabkan kemacetan panjang sehingga memperlambat distribusi bantuan kemanusiaan serta proses evakuasi korban luka menuju fasilitas kesehatan.
"Kami meminta masyarakat menghindari perjalanan ke La Guaira agar jalur evakuasi tetap terbuka bagi kendaraan darurat dan tim penyelamat," katanya.
Dua Gempa Besar Terjadi Hanya Berselang 39 Detik
Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6/2026).
Menurut USGS, kedua gempa tersebut terjadi hanya dalam selang waktu sekitar 39 detik, sehingga memperbesar tingkat kerusakan di berbagai wilayah.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil atau sekitar 23 kilometer di tenggara Kota Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Tak lama kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 14,9 mil atau sekitar 24 kilometer di timur laut Kota San Felipe, yang juga berada di Yaracuy.
Setelah dua gempa utama tersebut, wilayah Venezuela masih terus diguncang gempa susulan yang membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit.
Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah masih menetapkan status tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak sembari terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pencarian korban dan pemulihan infrastruktur.
(Sumber: Anadolu)