Editor: Damar Pratama
Mantan atlet wushu Lindswell Kwok ditemui seusai pelantikan pengurus Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Foto: Antara/Arindra Meodia)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Nama Lindswell Kwok sudah lama identik dengan kejayaan wushu Indonesia. Setelah bertahun-tahun mengharumkan nama bangsa sebagai atlet, peraih medali emas Asian Games 2018 itu kini kembali ke tim nasional (timnas) dengan peran yang berbeda.
Lindswell resmi mengemban tugas sebagai pelatih timnas wushu Indonesia nomor taichi untuk persiapan menuju Asian Games 2026. Kembalinya sosok yang dijuluki "Ratu Wushu Indonesia" itu menjadi angin segar bagi pembinaan atlet nasional.
Dengan pengalaman panjang sebagai atlet elite, Lindswell diyakini mampu menularkan mental juara sekaligus membangun generasi baru wushu Indonesia yang siap bersaing di level internasional.
Dalam peran barunya, Lindswell mengaku membawa banyak pelajaran berharga yang ia peroleh selama berkarier sebagai atlet. Salah satunya adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara kedisiplinan dan komunikasi dalam proses latihan.
"Kebetulan saya dulu selalu mendapat pelatih yang senior semua, jadi benar-benar disiplin dan fokus kepada pertandingan serta latihan yang mengarah ke pertandingan. Tidak ada ego besar sebagai pelatih, yang diutamakan adalah prestasi atlet," kata Lindswell di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Mental Tangguh Jadi Kunci Prestasi
Perempuan yang sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada Asian Games 2018 itu menilai ketangguhan mental masih menjadi faktor utama dalam membentuk atlet berprestasi.
Menurutnya, seorang atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga harus siap menghadapi kritik, tekanan, dan berbagai tantangan selama menjalani karier olahraga.
"Seorang atlet itu butuh mental yang sangat tough. Kita harus menerima kritik, kemudian mengolah mana yang benar, mana yang perlu dikembangkan, dan mana yang cukup diketahui saja," ujarnya.
Lindswell melihat tantangan atlet masa kini jauh berbeda dibandingkan generasinya dahulu. Kehadiran media sosial membuat berbagai isu, termasuk kesehatan mental, menjadi lebih sering dibicarakan di ruang publik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mental juara tetap tidak bisa ditawar dalam olahraga prestasi. Menurutnya, atlet harus memiliki daya juang tinggi untuk menghadapi berbagai tekanan, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Ia bahkan mencontohkan para atlet generasi sebelumnya yang tetap berlatih keras meski fasilitas dan dukungan yang diterima tidak sebesar saat ini.
"Mereka tetap berjuang untuk diri sendiri. Ketika menjadi juara, itu menjadi kebanggaan bagi keluarga, negara, dan dirinya sendiri," kata Lindswell.
Bangun Hubungan Sehat dengan Atlet
Selain menanamkan disiplin, Lindswell juga menaruh perhatian besar pada aspek komunikasi antara pelatih dan atlet.
Menurut pemilik 21 medali emas sepanjang karier wushunya itu, komunikasi yang baik dapat menghindarkan kesalahpahaman yang kerap muncul dalam proses latihan.
Ia mengakui bahwa batas antara sikap disiplin dan terlalu keras terkadang sangat tipis. Karena itu, keterbukaan menjadi kunci agar tujuan pembinaan dapat dipahami bersama.
"Yang penting itu komunikasi. Pelatih senior yang terlihat keras sebenarnya kuncinya adalah komunikasi. Saya dulu juga pernah mendengar teman-teman mengeluhkan pelatih yang terlalu disiplin, tetapi saya memilih mencari jalan tengah dan berkomunikasi dengan pelatih," jelas Lindswell.
Pengalaman tersebut membuatnya yakin bahwa pelatih dan atlet harus saling memahami demi mencapai tujuan yang sama, yakni prestasi.
Target Asian Games 2026
Kehadiran Lindswell di jajaran pelatih tim nasional menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Indonesia menuju Asian Games 2026. Dengan rekam jejak gemilang sebagai atlet dan pengalamannya di panggung internasional, ia diharapkan mampu membantu melahirkan atlet-atlet taichi yang kompetitif.
Selain menjadi pelatih timnas, Lindswell saat ini juga dipercaya sebagai anggota Komisi Atlet Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) periode 2026-2030.
Perjalanan baru Lindswell di dunia kepelatihan sekaligus menandai babak lanjutan pengabdiannya untuk olahraga yang telah membesarkan namanya. Jika sebelumnya ia berjuang merebut medali di arena pertandingan, kini ia bertugas membentuk generasi penerus yang diharapkan mampu melanjutkan tradisi prestasi wushu Indonesia di kancah Asia dan dunia.
(Sumber: PBWI)