
Penyerang timnas Spanyol Mikel Oyarzabal (bawah) mencetak rekor dunia yang tak diinginkan saat Spanyol ditahan tim debutan Cape Verde 0-0 di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID; ATLANTA – Timnas Spanyol memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari ekspektasi. Berstatus sebagai juara Euro 2024 dan salah satu favorit juara, La Furia Roja justru ditahan imbang tanpa gol oleh debutan turnamen, Cape Verde, di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Bukan hanya kehilangan dua poin penting, Spanyol juga harus menerima kenyataan pahit setelah salah satu pemainnya, Mikel Oyarzabal, mencatatkan rekor yang tergolong memalukan dalam sejarah Piala Dunia.
Menurut data Opta, penyerang Real Sociedad tersebut menjadi pemain pertama sejak 1966 yang gagal menyentuh bola selama 30 menit pertama pertandingan Piala Dunia. Catatan itu terasa semakin ironis karena Spanyol tampil sangat dominan dalam penguasaan bola sepanjang laga.
La Roja mengendalikan sekitar 70 persen penguasaan bola pada setengah jam pertama sebelum menutup pertandingan dengan dominasi mencapai 74 persen. Namun, statistik impresif tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.
Oyarzabal yang dipercaya sebagai ujung tombak utama justru kesulitan mendapatkan suplai bola berbahaya. Ketatnya pertahanan Cape Verde membuat lini depan Spanyol terlihat frustrasi dan minim kreativitas di area sepertiga akhir lapangan.
Hasil tersebut langsung memicu sorotan dari media dan publik Spanyol. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas permainan tim asuhan Luis de la Fuente yang mampu mendominasi jalannya pertandingan, tetapi gagal menciptakan penyelesaian akhir yang mematikan.
Sepanjang pertandingan, Cape Verde tampil disiplin dengan menumpuk pemain di area pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif untuk meredam pemain-pemain kreatif Spanyol seperti Pedri, Nico Williams, hingga Dani Olmo.
Di sisi lain, hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar pada pekan pertama Piala Dunia 2026. Cape Verde yang menjalani debut di ajang sepak bola paling bergengsi dunia berhasil mencuri satu poin berharga dari salah satu kekuatan tradisional Eropa.
Bagi Spanyol, hasil imbang ini menjadi peringatan keras bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan. Tim Matador masih harus menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas serangan jika ingin melangkah jauh di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara tersebut.
Sementara itu, rekor yang ditorehkan Oyarzabal dipastikan akan menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi tim pelatih. Sebab, dominasi penguasaan bola tanpa keterlibatan maksimal penyerang utama menjadi gambaran nyata masalah yang harus segera dibenahi.
Kini tekanan berada di pundak La Furia Roja. Mereka wajib bangkit pada pertandingan berikutnya jika tidak ingin langkah di fase grup Piala Dunia 2026 menjadi lebih rumit.
(Sumber: Opta/FIFA)
JANGAN TERLEWATKAN Rodri Soroti Mandulnya Lini Depan Spanyol, La Furia Roja Gagal Jinakkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026