Rodri Soroti Mandulnya Lini Depan Spanyol, La Furia Roja Gagal Jinakkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Kapten Timnas Spanyol Rodri. (Foto: The New York Times)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Hasil mengejutkan mewarnai laga perdana Grup H Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol yang tampil dominan sepanjang pertandingan justru gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 0-0 oleh Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026).

Usai pertandingan, kapten Spanyol Rodri secara terbuka mengakui bahwa masalah utama timnya terletak pada penyelesaian akhir yang belum efektif. Menurut gelandang andalan tersebut, La Furia Roja sebenarnya sudah memainkan sepak bola yang sesuai rencana, namun gagal mengubah dominasi menjadi gol.

"Saya pikir tim sudah berusaha dan kami menampilkan permainan yang baik. Kami hanya perlu memperbaiki penyelesaian dari peluang yang kami ciptakan," ujar Rodri seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Pemain yang menjadi salah satu pilar penting Spanyol itu menilai laga melawan tim yang bertahan sangat dalam memang selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Dalam situasi seperti itu, setiap peluang yang muncul harus dimaksimalkan karena kesempatan mencetak gol biasanya sangat terbatas.

Spanyol memang tampil lebih menguasai pertandingan. Penguasaan bola, distribusi permainan, hingga jumlah peluang berada di pihak juara dunia 2010 tersebut. Namun rapatnya pertahanan Tanjung Verde membuat berbagai upaya yang dibangun lini serang Spanyol berakhir sia-sia.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan pelatih Luis de la Fuente. Juru taktik berusia 64 tahun itu menilai timnya layak meraih tiga poin jika melihat jalannya pertandingan secara keseluruhan.

"Di dalam tim kami tetap ada sikap positif dan keinginan untuk terus berkembang. Kami seharusnya memenangkan pertandingan hari ini dengan semua peluang bagus yang kami buat, tetapi kami kurang tajam dalam penyelesaian akhir," kata De la Fuente.

Meski gagal menang, pelatih yang membawa Spanyol meraih gelar Piala Eropa itu meminta para pemain tetap tenang. Ia menegaskan fase grup masih panjang dan timnya harus segera memperbaiki ritme permainan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

De la Fuente juga memberikan apresiasi kepada Tanjung Verde yang tampil disiplin sepanjang laga. Menurutnya, lawan mampu menjalankan strategi bertahan dengan sangat baik dan menunjukkan kualitas fisik yang mengesankan.

"Lawan adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain lebih bertahan dan memiliki pemain-pemain yang tangguh. Di Piala Dunia tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh," ujar De La Fuente.

Hasil ini menjadi peringatan bagi Spanyol yang datang ke Amerika Utara sebagai salah satu kandidat kuat juara. Sementara bagi Tanjung Verde, satu poin dari laga melawan raksasa Eropa tersebut terasa layaknya kemenangan setelah berhasil membendung tekanan selama 90 menit.

Kini Spanyol dituntut segera menemukan ketajaman di lini depan jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

(Sumber: FIFA)