![]() |
| Ilustrasi mobil hybrid Wuling. (Foto: Wuling. id) |
GEBRAK.ID; JAKARTA– Pasar otomotif Indonesia sedang menyaksikan pergeseran strategi yang signifikan dari para pabrikan asal China. Awalnya gencar mempromosikan mobil listrik murni berbasis baterai (BEV), kini merek-merek tersebut mulai gencar meluncurkan kendaraan hybrid dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk menarik konsumen Tanah Air.
Langkah ini diambil di tengah antusiasme masyarakat yang tetap tinggi terhadap elektrifikasi, namun masih dibayangi oleh kekhawatiran akan jarak tempuh atau range anxiety, serta keterbatasan infrastruktur pengisian daya di luar kota-kota besar.
Alasan di Balik Pergeseran Strategi
Wakil Ketua Umum Bidang Humas dan Edukasi Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Achmad Rofiqi, menilai bahwa pergeseran fokus ini merupakan hak prerogatif setiap merek. Namun, ia mengakui bahwa salah satu pemicu utamanya adalah kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh.
"Kami melihat salah satu alasan mengapa range anxiety menjadi momok pada awal masuknya mobil listrik ke Indonesia adalah karena jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) saat itu masih sangat terbatas," ujar Rofiqi kepada media di Bekasi akhir pekan lalu .
Ia menambahkan, pada masa awal, harga baterai masih mahal dengan kapasitas kecil (sekitar 200-300 km), ditambah minimnya infrastruktur dan ketidakseragaman konektor pengisian daya .
Data Gaikindo: Mobil PHEV Melonjak 2.196%
Strategi merek China ini terbukti berhasil secara signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar PHEV di Indonesia mengalami lonjakan fantastis.
Sepanjang Januari-April 2026, total penjualan wholesales PHEV mencapai 2.089 unit. Angka ini melonjak drastis hingga 2.196 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang hanya mencatatkan 91 unit. Pada April 2026 saja, penjualan PHEV naik 60,3 persen dibanding Maret 2026 .
Daftar Mobil PHEV Terlaris: Merek China Dominasi Papan Atas
Data Gaikindo menunjukkan bahwa merek-merek China benar-benar menguasai segmen PHEV di Indonesia. Berikut adalah daftar mobil PHEV terlaris sepanjang April 2026 :
1. Chery Tiggo 8 CSH: 229 unit
2. Wuling Eksion: 183 unit
3. Chery Tiggo 9 CSH: 52 unit
4. Geely Starray EM-i: 35 unit
5. Jaecoo J8 SHS: 31 unit
Dominasi ini menunjukkan bahwa merek China seperti Chery, Wuling, dan Geely berhasil membaca peluang di segmen kendaraan yang dianggap sebagai “jembatan” menuju elektrifikasi penuh .
Tantangan Infrastruktur dan Insentif yang Berbeda
Meski PHEV sedang naik daun, pemerintah melalui Periklindo tetap berkomitmen mendorong adopsi BEV sebagai tujuan akhir. Menariknya, arah kebijakan insentif pemerintah untuk tahun 2026 justru lebih difokuskan pada mobil listrik murni (BEV), sementara hybrid dan PHEV mulai dikecualikan .
Sementara itu, untuk mengatasi range anxiety, DPR RI mendorong PT PLN dan Pertamina untuk bersinergi memperluas jangkauan SPKLU hingga ke daerah-daerah. Wacana yang mengemuka adalah pemanfaatan jaringan SPBU Pertamina di seluruh Indonesia untuk dipasangi fasilitas pengisian daya kendaraan listrik .
(berbagai sumber)
