Ramadhipa Bersinar di Estoril, tapi Pilih Tetap Membumi: Target Utama Saya Finis dan Raih Poin

Pembalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Muhammad Kiandra Ramadhipa. (Foto: Astra Honda)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kemenangan perdana di ajang Moto3 Junior World Championship 2026 tidak membuat pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, larut dalam euforia. Meski sukses naik podium tertinggi pada putaran kedua di Sirkuit Estoril, Portugal, akhir pekan lalu, rider binaan Astra Honda itu memilih tetap fokus pada target jangka panjang yang telah ditetapkan tim.

Bagi Ramadhipa, kemenangan memang menjadi pencapaian penting dalam musim debutnya di kejuaraan dunia junior tersebut. Namun, hasil itu bukan alasan untuk berpuas diri karena perjalanan kompetisi masih panjang dan persaingan semakin ketat.

"Target dari tim dan Astra Honda itu finis di setiap race. Target utama yang harus saya lakukan tetap melihat bendera finis," kata Ramadhipa dalam wawancara daring bersama Astra Honda, Senin (15/6/2026).

Pembalap berusia 16 tahun tersebut tampil impresif di Estoril. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Ramadhipa menunjukkan kematangan strategi dan konsistensi kecepatan. Ia perlahan merangsek ke kelompok terdepan sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan lomba pada lap kedelapan dan mempertahankannya hingga garis finis.

Kemenangan itu menjadi tonggak penting bagi kariernya di level internasional. Selain menjadi kemenangan pertama musim ini, hasil tersebut juga mengangkat posisi Ramadhipa ke peringkat kedua klasemen sementara Moto3 Junior 2026 dengan koleksi 51 poin.

Saat ini, pembalap asal Indonesia itu hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen sementara asal Italia, Giulio Pugliese.

Performa Ramadhipa sebenarnya sudah menunjukkan tren positif sejak seri pembuka di Barcelona. Saat itu, ia berhasil merebut podium ketiga pada balapan pertama dan finis di posisi keenam pada race kedua.

Meski kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di papan atas klasemen, Ramadhipa menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan posisi peringkat. Fokus utamanya adalah memahami karakter motor, mengumpulkan data sebanyak mungkin, dan terus meningkatkan performa dari satu seri ke seri berikutnya.

"Dari sesi ke sesi saya harus mengumpulkan data. Target saya improve agar bisa meningkatkan performa untuk race-race berikutnya," ujar Ramadhipa.

Menurut Ramadhipa, salah satu tantangan terbesar di Moto3 Junior adalah ketatnya persaingan antarpembalap. Hampir seluruh peserta memiliki kemampuan yang relatif merata sehingga kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap hasil akhir balapan.

Karena itu, konsistensi dinilai lebih penting dibanding hanya mengejar kemenangan sesaat. Mengumpulkan poin secara rutin di setiap seri menjadi kunci utama untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar musim ini.

"Target saya cuma melakukan yang lebih baik dari tahun lalu, finis di setiap race, dan meraih poin sebanyak-banyaknya," cetus Ramadhipa.

Dengan momentum positif yang sedang dimiliki, peluang Ramadhipa untuk terus bersaing di papan atas Moto3 Junior 2026 terbuka lebar. Namun pembalap muda yang digadang-gadang menjadi salah satu talenta masa depan balap motor Indonesia itu memilih tetap rendah hati.

Baginya, kemenangan di Estoril bukan garis akhir, melainkan langkah awal untuk terus berkembang dan membuktikan diri di level kompetisi yang lebih tinggi. Sikap tenang dan fokus tersebut menjadi modal penting saat menghadapi seri-seri berikutnya yang akan menyajikan tantangan berbeda di setiap lintasan.

(Sumber: Astra Honda)

JANGAN TERLEWATKAN Pembalap Indonesia Ramadhipa Cetak Sejarah di Portugal! Raih Kemenangan Perdana Moto3 Junior 2026, Tempel Ketat Puncak Klasemen