Editor: Damar Pratama
Juara kelas minimum World Boxing Association (WBA) Oscar Collazo dalam
media sosial yang dipantau di Jakarta, Minggu (21/6/2026). (Foto: Instagram Osca Collazo/@oscar_manuel23)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Juara dunia kelas minimum World Boxing Association (WBA), Oscar Collazo, kembali menunjukkan dominasinya di atas ring. Petinju asal Puerto Rico itu mempertahankan rekor tak terkalahkan setelah menumbangkan Neider Valdez dengan kemenangan knockout (KO) pada ronde kedua dalam duel yang berlangsung di Frontwave Arena, California, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) WIB.
Sejak bel pertama dibunyikan, Collazo langsung mengambil inisiatif menyerang. Dengan kecepatan tangan dan akurasi pukulan yang menjadi ciri khasnya, ia terus menekan lawannya hingga membuat Valdez kesulitan mengembangkan permainan.
Pada ronde pertama, petinju asal Meksiko itu lebih banyak bertahan dan bergerak mundur untuk menghindari tekanan bertubi-tubi dari sang juara. Meski sempat berusaha mencari celah melakukan serangan balik, Valdez tak mampu keluar dari dominasi Collazo.
Memasuki ronde kedua, intensitas serangan Collazo semakin meningkat. Pukulan tangan kiri andalannya berkali-kali bersarang ke arah kepala dan tubuh lawan, membuat pertahanan Valdez perlahan runtuh.
Rentetan kombinasi pukulan keras akhirnya menjatuhkan Valdez sebanyak tiga kali di ronde tersebut. Setelah knockdown ketiga, wasit memutuskan menghentikan pertandingan karena menilai petinju Meksiko itu sudah tidak mampu melanjutkan pertarungan secara kompetitif.
Kemenangan KO tersebut semakin menegaskan status Oscar Collazo sebagai salah satu petinju paling berbahaya di kelas minimum. Dari total 13 kemenangan sepanjang karier profesionalnya, sebanyak 10 di antaranya diraih melalui knockout.
Sementara itu, kekalahan ini membuat catatan Neider Valdez berubah menjadi 15 kemenangan, 11 di antaranya melalui KO, serta menelan tiga kekalahan.
Meski tampil impresif dan menang meyakinkan, laga tersebut ternyata tidak dihitung sebagai pertahanan resmi gelar juara dunia WBA milik Collazo.
Sebelumnya, WBA telah mengumumkan bahwa duel melawan Valdez tidak berstatus perebutan gelar dunia. Penyebabnya, Neider Valdez tidak masuk dalam daftar peringkat resmi kelas minimum WBA sehingga tidak memenuhi syarat sebagai penantang gelar.
Situasi tersebut terjadi setelah penantang utama, petinju Filipina Joey Canoy, batal bertanding akibat kendala visa yang membuatnya gagal berangkat ke Amerika Serikat.
Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, promotor kemudian menunjuk Valdez sebagai lawan pengganti agar pertandingan tetap dapat digelar sesuai jadwal.
Namun, berdasarkan regulasi WBA, hanya petinju yang berada dalam daftar peringkat resmi organisasi yang berhak memperebutkan sabuk juara dunia. Karena syarat tersebut tidak dipenuhi, status gelar milik Collazo tidak dipertaruhkan dalam pertarungan tersebut.
Meski demikian, kemenangan cepat atas Valdez tetap menjadi sinyal kuat bahwa Oscar Collazo masih berada dalam performa terbaiknya. Penampilan agresif, kecepatan tangan, dan akurasi pukulan yang diperlihatkan sepanjang laga menunjukkan mengapa petinju berusia 29 tahun itu masih sulit ditandingi di divisi kelas minimum.
Dengan rekor sempurna yang terus terjaga, Collazo kini diperkirakan akan kembali memburu pertarungan perebutan gelar resmi melawan penantang yang memenuhi syarat. Para penggemar tinju pun menantikan siapa lawan berikutnya yang mampu menguji dominasi sang juara asal Puerto Rico tersebut.
(Sumber: WBA)