Sempat Unggul, Devin/Faathir Gagal Juara Macau Open 2026 Usai Ditekuk Ganda Korea Selatan

Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan (kiri) dan Devin Artha Wahyudi berpose bersama setelah menjadi runner-up ajang BWF Super 300 Macau Open 2026 di Macau, China, Minggu (21/6/2026). (Foto: Instagram.com/badminton.ina)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID,JAKARTA – Langkah gemilang pasangan ganda putra Indonesia, Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan, harus terhenti di partai puncak Macau Open 2026. Sempat berada di atas angin setelah merebut gim pertama dan memimpin jauh pada gim kedua, pasangan muda Merah Putih akhirnya harus puas membawa pulang status runner-up.

Pada final turnamen BWF World Tour Super 300 yang berlangsung di Macao East Asian Games Dome, Macau, China, Minggu (21/6/2026), Devin/Faathir menyerah dari pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Lee Jongmin, dengan skor 21-18, 19-21, 10-21.

Meski gagal mengangkat trofi, pencapaian menembus final menjadi prestasi terbaik Devin/Faathir di ajang BWF Super 300 sekaligus menambah optimisme terhadap regenerasi sektor ganda putra Indonesia.

Sejak awal pertandingan, Devin/Faathir tampil percaya diri menghadapi pasangan Korea Selatan. Mereka mampu mengendalikan permainan dengan variasi serangan cepat dan pertahanan yang solid.

Keunggulan tersebut membuat pasangan Indonesia terus memimpin perolehan angka hingga akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-18.

Memasuki gim kedua, Devin/Faathir kembali menunjukkan performa yang meyakinkan. Bahkan, mereka sempat unggul cukup jauh 11-6 saat interval sebelum memperlebar keunggulan menjadi 15-10.

Saat kemenangan mulai terlihat di depan mata, Jin Yong/Lee Jongmin perlahan menemukan ritme permainan. Pasangan Korea Selatan mulai memangkas selisih poin hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 16-16.

Pertarungan berlangsung sengit pada poin-poin penentuan. Kedua pasangan saling mengejar angka hingga skor imbang 19-19.

Namun, dua poin beruntun yang diraih Jin/Lee membuat gim kedua berakhir dengan skor 21-19 untuk wakil Korea Selatan. Hasil tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Momentum pertandingan berubah total pada gim penentuan. Setelah sempat bersaing ketat hingga skor 5-4, Devin/Faathir kehilangan konsentrasi sehingga lawan mampu mencetak rentetan poin tanpa mampu dibendung.

Jin/Lee melesat jauh hingga unggul 13-4 dan terus mendominasi jalannya pertandingan. Upaya Devin/Faathir untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil karena pasangan Korea Selatan tampil semakin percaya diri.

Gim ketiga akhirnya ditutup Jin Yong/Lee Jongmin dengan kemenangan telak 21-10, sekaligus memastikan gelar juara Macau Open 2026 menjadi milik mereka.

Kekalahan tersebut memang terasa menyakitkan karena Devin/Faathir sempat berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun, hasil runner-up tetap menjadi pencapaian positif bagi pasangan muda Indonesia yang baru pertama kali menembus partai final turnamen level BWF Super 300.

Penampilan konsisten sejak babak awal hingga final menunjukkan Devin/Faathir memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Pengalaman menghadapi laga bertekanan tinggi di partai puncak diyakini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan karier mereka ke depan.

Bagi bulu tangkis Indonesia, munculnya Devin/Faathir juga menjadi sinyal positif dalam proses regenerasi sektor ganda putra. Dengan usia yang masih relatif muda dan jam terbang yang terus bertambah, pasangan ini berpeluang menjadi salah satu andalan Merah Putih pada berbagai turnamen internasional mendatang.

Meski belum berhasil mempersembahkan gelar juara di Macau Open 2026, perjuangan Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan tetap layak mendapat apresiasi. Keberhasilan mencapai final menjadi modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbaiki performa pada turnamen-turnamen berikutnya.

(Sumber: PBSI)