Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Dunia, tapi Pilih Bicara Soal Portugal: Yang Terpenting Tim Menang

Megabintang Timnas Portugal di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo. (Foto: Pixabay)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian pada Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena mencetak dua gol saat Portugal membantai Uzbekistan 5-0, tetapi juga karena sikap rendah hati yang ditunjukkannya usai laga.

Meski sukses mengukir sejumlah rekor bersejarah, kapten Timnas Portugal itu menegaskan pencapaian pribadi bukanlah target utama. Baginya, kemenangan tim dan peluang melaju jauh di Piala Dunia jauh lebih berarti dibanding catatan individu.

Dalam pertandingan kedua Grup K yang berlangsung di Houston, Rabu (24/6/2026) WIB, Ronaldo menjadi aktor utama kemenangan Selecao das Quinas. Penyerang berusia 41 tahun itu membuka keunggulan Portugal pada menit keenam sebelum menggandakan koleksi golnya pada menit ke-39. Portugal akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-0.

Dua gol tersebut membawa Ronaldo mencatatkan sejarah baru di panggung sepak bola dunia. Ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun, mulai dari 2006 hingga 2026.

Selain itu, Ronaldo kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia. Ia juga mencatat rekor sebagai pemain tertua yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Namun, seluruh pencapaian tersebut tidak membuat Ronaldo larut dalam euforia.

"Saya sangat bahagia. Namun bagi saya, yang paling penting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan," ujar Ronaldo seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Menurut pemain Al Nassr tersebut, performa Portugal secara keseluruhan menjadi hal yang paling membanggakan. Ia menilai tim asuhan Roberto Martinez menunjukkan perkembangan signifikan dibanding laga pembuka ketika hanya bermain imbang melawan Kongo.

"Tim bermain sangat baik dan mengalami banyak peningkatan. Tentu saja, secara pribadi rekor-rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu membantu tim nasional mencapai target yang telah ditetapkan," lanjutnya.

Ronaldo mengakui dua gol ke gawang Uzbekistan menjadi jawaban setelah dirinya gagal mencetak gol pada pertandingan pertama. Meski demikian, ia menilai keberhasilan Portugal bangkit jauh lebih penting daripada sekadar mengakhiri paceklik golnya.

Veteran yang telah lebih dari dua dekade membela Portugal itu juga mengutip sebuah pepatah yang menggambarkan perjalanan timnya di Piala Dunia kali ini.

"Seperti kata pepatah, selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan," kata Ronaldo.

Kemenangan meyakinkan atas Uzbekistan membawa Portugal memuncaki klasemen sementara Grup K dengan koleksi empat poin, unggul satu angka atas Kolombia. Hasil tersebut membuka peluang besar bagi Selecao untuk melangkah ke babak 32 besar sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim setelah hasil kurang memuaskan pada laga pembuka.

Ketajaman Ronaldo di usia 41 tahun menjadi modal berharga bagi Portugal dalam mengarungi persaingan di Piala Dunia 2026. Pengalaman dan kepemimpinan sang kapten diharapkan mampu membawa juara Eropa 2016 itu melangkah lebih jauh dan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

(Sumber: FIFA)