Editor: Devona R
Mata uang rupiah Indonesia. (Foto: Pixabay)
GEBRAK.ID – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan dengan tren positif. Pada Senin (15/6/2026) pagi, mata uang Indonesia ini menguat 82 poin atau sekitar 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.860 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar global menyusul kabar mengenai potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen tersebut mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko (risk-on) dan mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai perkembangan positif hubungan Washington dan Teheran menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah hari ini.
"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.
Menurut Lukman, indeks dolar AS juga mengalami pelemahan setelah muncul laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan AS-Iran Jadi Sorotan
Laporan yang dikutip dari kantor berita internasional Sputnik menyebutkan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan AS telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Dalam rancangan kesepakatan tersebut, kedua negara disebut menyepakati sejumlah poin penting, termasuk komitmen Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan Iran dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.
Selain itu, terdapat pula pembahasan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Jika terealisasi, langkah tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global dan membantu menekan harga minyak dunia.
Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat
Membaiknya sentimen global memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan lanjutan terkait proses penandatanganan kesepakatan damai tersebut serta respons pasar internasional.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Jika sentimen positif terus berlanjut, rupiah berpeluang mempertahankan penguatannya seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global yang lebih stabil.
(Berbagai Sumber)